Meski Kepentok NPL, Bank Mandiri Siap Jadi Bank Jangkar

Meski Kepentok NPL, Bank Mandiri Siap Jadi Bank Jangkar

- detikFinance
Senin, 11 Jul 2005 18:15 WIB
Jakarta - Meski kepentok tingginya kredit tidak lancar alias Non Performing Loan (NPL), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengaku siap menjadi bank jangkar pada tahun 2007. Hingga Maret 2005, tercatat Bank Mandiri memiliki NPL gross sebesar 18 persen dan NPL netto sebesar 10,8 persen. Sementara untuk menjadi bank jangkar, salah satu syaratnya adalah NPL harus di bawah lima persen."Potensi jadi bank jangkar bisa, walaupun memang sekarang belum memenuhi dari sisi NPL," kata Dirut PT Bank Mandiri Agus Martowardojo dalam jumpa pers di kantornya, Jl Gatot Subroto Jakarta, Senin (11/7/2005).Agus optimistis, bank pelat merah yang dipimpinnya ini bisa menjadi bank jangkar karena masih ada waktu untuk memperbaiki kinerja perseroan sampai 2007. Apalagi, lanjut Agus, Bank Mandiri saat ini mencatat pangsa pasar (market share) perbankan nasional terbesar sebesar 19 persen. Agus juga melihat Bank Mandiri siap menjadi konsolidator dalam bank jangkar karena telah berpengalaman sebagai bank merger. Bank Indonesia juga diharapkan bisa melihat kasus per kasus dalam menetapkan bank jangkar."Kalau sekarang ada kriteria kita nggak masuk, itu betul. Tapi tahun 2007 kita siap menjadi salah satu yang diperhitungkan," ujar Agus.Diakui Agus, tingginya kredit macet untuk sektor korporasi yang mencapai 30 persen menjadi penyebab tingginya NPL. Untuk menurunkan NPL tersebut juga menurutnya butuh waktu beberapa tahun walaupun bisa lebih cepat.Akibatnya, perseroan harus melakukan cadangan (provisi) lebih besar yang berdampak pada turunnya laba bersih per Maret 2005 hingga 70 persen menjadi Rp 519 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,4 triliun.Masalah NPL ini juga menurut Agus menjadi salah satu program utama perbaikan kinerja Bank Mandiri. Untuk itu manajemen telah membuat lima strategi pilar untuk mengatasinya di antaranya melakukan konsolidasi bisnis corporate banking, memperbaiki image perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional.Menurut Agus, dari 22 kredit bermasalah yang diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sedang dalam pemeriksaan Kejagung, ada enam yang benar-benar sudah dikategorikan macet yaitu kredit Siak Zamrud, Lativi, RGM, Kiani, Artha Bama dan Artha Mustika. "Selebihnya saya belum bisa jelaskan karena masih ada di Kejagung," katanya.Agus mengakui, banyak pihak yang mengkhawatirkan tingginya NPL akan membuat pertumbuhan bisnis terganggu karena tidak cukup perhatian untuk menangani pertumbuhan bisnis lainnya. Namun menurut Agus, masalah ini hanya akan berimbas pada kredit korporasi yang menjadi selektif. Sedangkan kredit konsumer dan komersial seperti UKM tetap akan mengalami pertumbuhan.Untuk tahun 2005, Agus memperkirakan pertumbuhan kredit Bank Mandiri sebesar 15 persen. Lebih lambat dibanding tahun sebelumnya yang lebih dari 20 persen. Sedangkan per Maret 2005 total kredit yang telah disalurkan mencapai Rp 92 triliun.Kiani dan Kertas Kraft AcehAgus menjelaskan, untuk PT Kiani Kertas, saat ini sudah ada beberapa investor yang berminat masuk. Beberapa investor di antaranya direkomendasikan oleh JP Morgan yang merupakan salah satu kreditur dari Kiani. "Sekarang investor itu sedang melakukan due diligence, diharapkan ada keputusan penawaran yang baik. Kalau tidak diterima akan ditawarkan ke investor lain," ujar Agus.Menurut Agus, status kredit Kiani memang macet, tapi perusahaan itu memiliki debitur yang strategis dan industiri pulp and paper juga sedang bagus.Untuk kredit Kertas Kraft Aceh (KKA) penyelesaiannya akan dilakukan melalui kerja sama operasi. Pasalnya. perusahaan yang telah berhenti beroperasi sejak April 2003 ini juga memiliki kredit kepada pihak lain seperti Exxon Mobil yang selama ini menyuplai gas."Jadi alternatifnya harus ada investor masuk yang bisa menangani itu. Sekarang sudah ada lima investor yang sedang due diligence," kata Agus.Demikian pula untuk Lativi, lanjut Agus, saat ini juga sudah ada investor serius yang akan masuk. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads