ADVERTISEMENT

DPR-OJK Rapat Bahas Asuransi Bumiputera, Apa Hasilnya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 23 Mei 2018 16:55 WIB
Foto: Achmad Dwi Afriyadi
Jakarta - Rapat kerja Komisi XI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB) menghasilkan kesimpulan tunggal. Kesimpulan itu dibacakan Wakil Ketua Komisi XI Muhammad Prakosa.

"Komisi XI DPR RI mendukung OJK untuk mengambil langkah-langkah komprehensif dalam rangka penguatan AJB Bumiputera 1912 guna melindungi hak dan kepentingan pemegang polis," kata Prakosa membacakan simpulan tersebut di Komisi XI Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Di dalam rapat, Anggota Komisi XI Mukhammad Misbakhun mengatakan, AJBB merupakan aset bangsa yang perlu diselamatkan. Sebab, AJBB merupakan asuransi pertama di Indonesia, di mana dia sudah ada sebelum Indonesia merdeka.

"Saya ucapkan terimakasih Pak Ketua OJK menganggap ini adalah bagian aset bangsa. Karena memang faktanya memang gitu. Ini aset bangsa di bidang keuangan. Menjadi tanggung jawab menjaga legasi pendiri bangsa ini. Di sektor keuangan hanya ini mutual berdasarkan azas kegotongroyongan mereka menjadi simbol anak bangsa bergerak di bidang ekonomi saat zaman penjajahan," jelasnya.

Misbakhun berpesan, supaya OJK melakukan investigasi mendalam pada AJBB. Sebab, dalam sejarahnya AJBB memiliki struktur keuangan yang kuat, tapi sekarang tidak lagi.

"Tapi kenapa sekarang menjadi perusahaan yang perlu diselamatkan," ujarnya.

Dari informasi yang dia terima, mulanya, dalam mengelola dana AJBB membeli aset-aset yang kuat seperti tanah dan bangunan. Belakangan, investasi justru dilakukan pada investasi surat berharga dengan kualitas tidak memadai.

"Tapi saya lihat, saya dengar mereka investasi ke surat berharga yang sifatnya spekulatif, kemudian masuk surat berharga yang kemudian tidak dalam performa dan rating memadai," ujarnya.

Anggota Komisi XI yang lain, Eva Kusuma Sundari mengatakan, AJBB telah menunjukan perbaikan. Dia bilang, AJBB mesti diselamatkan karena merupakan bagian legenda Indonesia.

"Saya ikut gembira perkembangan terakhir terutama OJK menerbitkan POJK sudah tampak perubahan-perubahan yang positif. OJK lagi menyelematkan legenda perusahaan keuangan kita karena berdirinya melebihi Republik. Dengan karakter yang khas yaitu hampir seperti koperasi," tutupnya. (zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT