Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Mei 2018 19:36 WIB

Mengenal Ciri Bank yang Masuk Kategori Sistemik

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ilustrasi Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kategori bank yang masuk ke dalam kategori bank berdampak sistemik dapat dilihat ke dalam tiga hal. Ketiga hal tersebut, antara lain ukuran aset, kewajiban, dan modal.

"Ada tiga indikator, dari size yaitu ukuran aset, kewajiban dan modal," kata Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Terintegrasi OJK Santoso Wibowo di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Jumat (25/5/2018).


Bank yang masuk ke dalam kategori sistemik akan terus diawasi oleh OJK, LPS, Kementerian Keuangan, hingga Bank Indonesia (BI). Nama-nama bank sistemik yang masuk ke dalam kategori sistemik dijamin kerahasiaannya agar menimbulkan rasa aman bagi nasabah.

"Kalau menjadi bank sistemik akan dipantau terus dari OJK, BI tapi kalau pasar nggak di-announce," katanya.

Kondisi bank sistemik terus diawasi perkembangannya oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Setelah bank ditetapkan sebagai bank berdampak sistemik, maka yang harus dilakukan adalah menambah kecukupan modalnya. Bank juga harus menerapkan rencana aksi atau recovery plan yang akan disetujui oleh OJK.

"Kewajiban bank sistemik itu memenuhi kecukupan modal dan likuiditasnya. Tambah kapasitas permodalan dan menerapkan rencana aksi untuk disetujui OJK dan itu capital surcharge berbeda-beda," ungkapnya.


Namun bila bank tersebut tidak mampu lagi menambah permodalan, maka bank tersebut akan diserahkan ke Lembaga Penjamin Penjamin Simpanan (LPS) untuk dibantu dari sisi penyelamatan aset.

"Setelah nggak bisa maka diserahkan ke LPS," tutupnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed