Follow detikFinance
Sabtu, 26 Mei 2018 12:25 WIB

Kerugian Akibat Investasi Bodong Tembus Rp 100 Triliun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Halaman 1 dari 5
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Investasi ilegal atau investasi bodong selalu mendatangkan kerugian. Tapi masih banyak orang yang tertipu iming-iming investasi abal-abal ini.

Investasi bodong biasanya menawarkan janji yang tidak masuk akal. Mulai dari keuntungan yang berlebihan hingga cara-cara berinvestasi yang tak sesuai nalar.

Berapa kerugian akibat investasi bodong ini?

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir kerugian akibat investasi bodong mencapai lebih dari Rp 100 triliun.

"Tentunya ini perlu kita cegah, kta akan perkuat dan prioritaskan aspek pencegahan, sehingga setiap kegiatan investasi ilegal tidak sampai menimbulkan korban dalam jumlah yang signifikan," kata Wimboh di Gedung BI, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Dari data Satgas Waspada Investasi diseburkan periode 2007-2017 kerugian akibat investasi bodong mencapai Rp 105,8 triliun. Total kerugian tersebut bersumber dari Pandawa Group sebesar Rp 3,8 triliun dengan total korban 549 ribu orang. Pandawa menawarkan investasi dengan imbal hasil 10% per bulan.

Kemudian PT Cakrabuana Sukses Indonesia kerugiannya sebesar Rp 1,6 triliun dengan korban 7 ribu orang. CSI menwarkan investasi konsorsium mendulang emas dengan investasi sebesar 5% per bulan.

Lalu First Travel menelan kerugian Rp 800 miliar dengan jumlah korban 58,6 ribu orang. Travel ini menawarkan paket umrah sebesar RP 8,8 juta untuk paket milad dan Rp 14,4 juta untuk paket promo. Kemudian investasi bodong Dream for freedom dengan kerugian Rp 3,5 triliun dan menelan korban 700 ribu orang.

Dia menjelaskan, saat dengan adanya satuan tugas waspada investasi dalam melakukan pencegahan maupun penanganan terhadap kegiatan investasi bodong di masyarakat sangat penting.

Wimboh menyebut di bidang penanganan misalnya, sepanjang tahun 2017 lalu dari 102 entitas yang dilaporkan oleh masyarakat, terdapat 80 entitas yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi dan diumumkan dalam Siaran Pers.

Sementara sampai dengan April 2018, Satgas Waspada Investasi telah menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan 72 entitas. Kemudian pada Mei 2018 Satgas Waspada investasi sudah menambahkan direktori 6 entitas yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat dan terindikasi investasi bodong.

Dia mengharapkan Satgas Waspada Investasi agar lebih aktif melakukan tindakan pencegahan melalui program-program edukasi dan literasi yang efektif.

"Manfaatkan teknologi informasi yang saat ini sudah maju sedemikian pesat, sehingga pesan-pesan tersebut dapat lebih mudah dipahami masyarakat, terutama generasi millennial, dengan cara yang efektif, kreatif, dan tentu dengan cakupan yang semakin luas," ujarnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed