Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 31 Mei 2018 14:58 WIB

BI Naikkan Bunga Acuan, IMF: Langkah yang Tepat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
FOKUS BERITA Bunga Acuan Naik Lagi
Jakarta - Dalam waktu satu bulan, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali. Pada 17 Mei BI telah menaikkan 25 basis poin (bps) menjadi 4,5% kemudian 30 Mei menaikkan lagi BI 7 Days Repo Reverse Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75%.

Menanggapi kebijakan tersebut International Monetary Fund (IMF) mengungkapkan langkah tersebut sudah tepat untuk menghadapi risiko-risiko dari luar negeri seperti penguatan dolar AS di seluruh dunia, Fed Fund Rate (FFR) yang diperkirakan akan naik dan peningkatan harga minyak.

Director of the Asia and Pacific Department IMF Changyong Rhee menjelaskan perekonomian Indonesia sama dengan kondisi negara berkembang lainnya. "Indonesia saat ini telah mengalami keluarnya aliran modal asing. Ini menyebabkan depresiasi nilai tukar beberapa minggu terakhir," kata Rhee dalam keterangan tertulis, Kamis (31/5/2018).


Dia menjelaskan untuk merespon kejadian tersebut, Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter telah melakukan langkah yang tepat. "Dengan meningkatkan suku bunga acuan untuk menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS," ujar dia.

Rhee menyebut, kondisi ekonomi seperti ini mengharuskan seluruh negara meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi risiko-risiko yang mungkin terjadi.

"Saat ini Indonesia berada posisi yang jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Saat ini Indonesia lebih tahan dalam menghadapi guncangan eksternal karena kesehatan dan ketahanan ekonomi yang baik," ujar dia.


BI juga meningkatkan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 4% dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 5,5% dan berlaku efektif tanggal 31 Mei 2018.Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan kebijakan ini sebagai langkah preemtive, front loading dan ahead of the curve. (dna/dna)
FOKUS BERITA Bunga Acuan Naik Lagi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed