Bank BUMN Bisa Jadi Bank Jangkar Lewat Nonorganik Growth

Bank BUMN Bisa Jadi Bank Jangkar Lewat Nonorganik Growth

- detikFinance
Senin, 18 Jul 2005 15:45 WIB
Jakarta - Menneg BUMN Sugiharto akan mendorong lima bank BUMN menjadi bank jangkar melalui pertumbuhan nonorganik. Namun sejauh ini Kementerian BUMN masih melakukan pendalaman."Saya kira semua bank pemerintah akan saya dorong menjadi bank jangkar melalui pertumbuhan nonorganik," kata Sugiharto di kantornya, Jalan DR Wahidin, Jakarta, Senin (18/7/2005).Sugiharto menjelaskan, saat ini pihaknya masih akan membicarakan mengenai syarat-syarat kualitatif dan kuantitatif dengan masing-masing bank. Selain itu, kata Sugiharto, perlu mendengarkan dan melihat catatan-catatan hasil pemeriksaan Bank Indonesia."Saya sebenarnya sudah meng-excercise dengan wapres. Tapi saya perlu waktu untuk pendalaman kondisi masing-masing bank, karena tidak bisa digeneralisir," ujar Sugiharto.Menurutnya, kualitas bank untuk menjadi bank jangkar sangat tergantung dari catatan-catatan pemeriksaan BI. "Ini persoalan teknis, sehingga perlu dibahas dengan masing-masing bank. Jangan lupa, bank-bank tersebut adalah bank publik," katanya. Seperti diketahui, bank-bank BUMN tampaknya kesulitan untuk menjadi bank jangkar pada tahun ini karena terganjal masalah NPL. Bank Mandiri dan BNI sebelumnya telah menyatakan sulit menjadi bank jangkar pada tahun 2005 karena terganjal syarat NPL sebesar 5 persen.Dividen PertaminaMengenai pembagian dividen Pertamina, Sugiharto menjelaskan, meskipun laporan keuangan tahun 2004 sudah disampaikan oleh manajemen, namun Kementerian BUMN belum bisa menentukan bagian dividen dari Pertamina. Pasalnya, laporan keuangan tahun 2004 tersebut belum diaudit. Selain itu, lanjut Sugiharto, masih ada berbagai asumsi yang perlu dilakukan pendalaman seperti masih adanya hasil penilaian yang berbeda-beda baik yang dilakukan oleh Ditjen Pajak, penilai independen lainnya serta penilai internal. "Jadi mana yang harus dipilih. Makanya, kami masih harus rapat dengan dewan komisaris," ungkap Sugiharto. Rencananya, Kamis, 21 Juli, Sugiharto akan menggelar rapat untuk menentukan neraca Pertamina yang lebih definitif untuk kepentingan perkiraan dividen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads