Follow detikFinance
Selasa, 05 Jun 2018 11:13 WIB

Yusuf Mansur Targetkan Transaksi Uang Elektronik Miliknya Rp 30 T

Danang Sugianto - detikFinance
Ustaz Yusuf Mansur Foto: Sylke Febrina Laucereno Ustaz Yusuf Mansur Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Founder Paytren, Yusuf Mansur menaruh target besar terhadap perusahaannya. Apalagi pihaknya telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia (BI) untuk membuat uang elektronik.

Yusuf yakin dengan adanya izin tersebut pengguna Paytren Payment Gateway akan bertambah signifikan. Bahkan dia yakin pengguna e-money Paytren bisa mencapai 10 juta hingga akhir tahun dengan perputaran dana mencapai Rp 20-30 triliun.

"Kita menargetkan di Paytren Payment Gateway Insya Allah pertumbuhan dana yang berputar di Paytren gateway sekitar Rp 20-30 triliun ketika pertumbuhannya mencapai 10 juta pengguna," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (5/6/2018).


Pertumbuhan target tersebut diharapkan juga selaras dengan pertumbuhan penjualan reksa dana syariah oleh entitas usahanya PT PayTren Aset Manajemen (PAM). Perusahaan ini juga baru saja meluncurkan PayOR (PayTren Online Reksadana). Produk tersebut memungkinkan nasabahnya untuk bertransaksi reksadana syariah PAM secara online.

Yusuf Mansur yakin, jika perputaran dana di e-money Paytren mencapai Rp 30 triliun, maka dana kelolaan PAM bisa mencapai Rp 3 triliun atau 10% dari angka tersebut. Sebab e-money Paytren juga bisa digunakan untuk membeli reksa dana di PAM.

"Jadi kami harapkan jumlah itu (Rp 30 triliun) tidak semua dipakai oleh para pengguna melainkan ada yang mereka sisihkan untuk membeli reksa dana. Kalau kita bisa dapat 10% saja berarti suda ada Rp 3 triliun. Uang itu datang dari masyarakat kecil yang Rp 100 ribuan, Rp 500 ribuan atau Rp 1 juta. Kita akan tunggu, dan akan liat mungkin setelah 1 atau 2 bulan," terangnya.


Yusuf Mansur yakin target itu bisa tercapai jika seluruh organisasi ataupun entitas muslim yang ingin membuat platform uang elektronik juga bergabung dengan Paytren.

"Karena sulit untuk membuat e-money. Sekarang BI galak banget. Jadi saya harap semua entitas muslim baik dari NU maupun Muhammadiyah bergabung," tuturnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed