Sentimen Regional Tetap Tak Mampu Bangkitkan Rupiah
Selasa, 19 Jul 2005 09:51 WIB
Jakarta - Setelah sempat terpental lagi ke level Rp 9.800 per dolar AS, nilai tukar rupiah pada Selasa (19/7/2005) kembali bergerak flat, cenderung melemah. Sentimen utama yang melemahkan rupiah masih datang dari permintaan Pertamina yang selama ini pemborong terbesar di pasar valas. Dari sisi regional, dolar AS memang kembali melemah menjelang keluarnya data aliran modal ke AS, yang akan menunjukkan jumlah defisit neraca perdagangan AS. Namun sentimen positif dari regional ini tampaknya tidak cukup membantu penguatan rupiah.Para pialang valas menegaskan, selama harga minyak masih tinggi dan menyebabkan permintaan dolar Pertamina terus membengkak, maka nilai tukar rupiah masih sulit menguat. Pada awal perdagangannya, rupiah dibuka di level Rp 9.795 per dolar AS. Rupiah diprediksi masih akan bergerak di kisaran sempit, dengan kecenderungan melemah.
(qom/)











































