Greenspan Beri Sinyal Suku Bunga Fed Akan Naik Lagi
Kamis, 21 Jul 2005 10:27 WIB
Jakarta - Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve) Alan Greenspan memberi sinyal akan ada kenaikan kembali suku bunga Fed dalam waktu dekat. Kenaikan ini dinilai masih penting untuk menopang perekonomian AS yang juga ikut terguncang oleh lonjakan harga minyak dunia. Pernyataan Greenspan tersebut disampaikan dalam pidato akhirnya di depan komite jasa keuangan kongres AS, seperti dilansir AFP, Kamis (21/7/2005). Greenspan dijadwalkan memberi pidato di depan kongres dua kali dalam setahun, dan biasanya akan diikuti oleh pemberian petunjuk bagi pasar uang tentang pemikiran Fed soal kebijakan moneter AS."Dasar pokok outlook Fed atas perekonomian AS salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan juga terdapatnya tekanan inflasi," ujar Greenspan.Dalam laporan yang menyertai pidato tersebut, Fed merevisi prediksi pertumbuhan gross domestic product (GDP) AS pada tahun 2005 menjadi 3 hingga 3,75 persen. Angka tersebut berarti turun dari prediksi semula sebesar 3,75 hingga 4 persen. Sedangkan pada tahun 2006, GDP AS diprediksi tumbuh 3,25 hingga 3,75 persen. Greenspan mengatakan, melambatnya pertumbuhan produktivitas perburuhan dapat menjadi penghalang bagi gambaran pertumbuhan tersebut. Selain itu, tingginya harga minyak dunia juga menjadi salah satu faktor utama lain pemicu ketidakpastian outlook ekonomi AS.Greenspan juga menyatakan, kenaikan harga properti AS akan menimbulkan semangat spekulasi di sejumlah pasar regional. Greenspan mengingatkan rentannya posisi hipotek dengan tingkat bunga mengambang karena ketatnya biaya pinjaman.Ia juga mengindikasikan bahwa berdasarkan keseluruhan outlook yang cukup baik, bank sentral AS sepertinya akan melanjutkan arah kebijakannya menaikkan suku bunga yang sudah berlaku hingga sembilan kali sejak Juni 2004. Fed sudah sembilan kali menaikkan suku bunganya secara bertahap sebanyak 25 basis poin hingga ke posisi saat ini sebesar 3,25 persen.Ditegaskan Greenspan, pihaknya menjaga pertumbuhan tetap berkesinambungan dan menekan inflasi dan akan mendorong Federal Reserve untuk terus melepaskan akomodasi moneter.Para ekonom mengharapkan Fed akan menaikkan suku bunga yang menjadi benchmark ini sebesar 25 basis poin ke level 3,5 persen dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 9 Agustus mendatang. Pidato Greenspan ini langsung menyelamatkan bursa Wall Street dari keterpurukan akibat kekecewaan atas laporan keuangan Intel, Yahoo dan General Motor. Pada perdagangan Rabu, 20 Juli, Wall Street dibuka langsung anjlok setelah publikasi laporan ketiga emiten tersebut yang menunjukkan hasil yang mengecewakan. Namun setelah pidato Greenspan, bursa Wall Street beranjak naik dan akhirnya ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average naik 42,59 poin (0,40 persen) ke level 10.689,15. Nasdaq juga naik 15,39 poin (0,71 persen) ke level 2.188,57 dan Indeks Standard and Poor's 500 naik 5,85 poin (0,48 persen) ke level 1.235,20.
(qom/)











































