Mata Uang Asia Menguat
Revaluasi Yuan, Rupiah Melesat
Jumat, 22 Jul 2005 10:00 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (22/7/2005) dibuka langsung melesat ke level Rp 9.780 per dolar AS, atau berarti menguat 30 poin dibandingkan penutupannya kemarin. Penguatan rupiah salah satunya dipicu oleh keputusan Cina merevaluasi mata uangnya, yuan. Cina akhirnya memutuskan untuk melakukan revaluasi yuan yang sudah berlangsung selama 10 tahun terakhir di level 8,28 per dolar AS. Yuan akhirnya diperkuat 2,1 persen menjadi 8,11 per dolar AS. Keputusan ini langsung diikuti oleh Malaysia yang memutuskan untuk melepaskan pematokan mata uangnya dan mengarah pada sistem mata uang yang mengambang. Sejumlah mata uang Asia langsung melonjak setelah keputusan Cina itu. Selain rupiah, dolar Singapura juga menguat 2,2 persen ke level tertingginya dalam dua bulan terakhir di 1,6498 per dolar AS. Baht Thailand juga menguat ke level tertingginya dalam tiga bulan terakhir. Demikian pula won Korsel dan dolar Taiwan."Ini merupakan berita yang positif untuk mata uang Asia terhadap dolar AS," ujar analis dari Citigroup seperti dilansir AFP. Dari revaluasi ini, Jepang diperkirakan memperoleh keuntungan paling besar, karena bisa melipatgandakan pendapatan dari penjualannya ke Cina.
(qom/)











































