G7 Sambut Baik Revaluasi Yuan

G7 Sambut Baik Revaluasi Yuan

- detikFinance
Jumat, 22 Jul 2005 10:43 WIB
Jakarta - Negara-negara maju yang tergabung dalam G7 menyambut baik rencana Cina untuk merevaluasi mata uangnya, yuan. Keputusan Cina itu dinilai bisa membantu menstabilkan perekonomian dunia. Hal tersebut disampaikan G7 melalui pernyataan bersama para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G7 seperti dilansir Reuters, Jumat (22/7/2005). "Kami menyambut baik keputusan otoritas Cina untuk bergerak menutu rezim mata uang yang lebih fleksibel. Rezim mata uang yang lebih fleksibel ini akan memberi kontribusi pada pertumbuhan dan stabilitas ekonomi dunia," demikian pernyataan bersama G7. Negara G7 beranggotakan Inggris, AS, Kanada, Jepang, Perancis, Italia dan Jerman. Kepemimpinan G7 selalu diputar, dan saat ini giliran Inggris memimpin G7. Kelompok G7 juga selalu menyerukan kepada Cina agar menerapkan fleksibilitas mata uangnya. Selama dua tahun terakhir, G7 selalu mengkampanyekan revaluasi yuan.Cina pada Kamis (21/7/2005) waktu setempat secara resmi memutuskan untuk merevaluasi mata uangnya yang sudah berlaku hampir satu dekade lamanya di level 8,28 per dolar AS. Yuan akhirnya diperkuat 2,1 persen menjadi 8,11 per dolar AS. Jepang Diuntungkan Revalusi YuanMenteri Keuangan Jepang Sadakazu Tanigaki menyatakan, revaluasi Yuan ini akan menguntungkan baik untuk perekonomian Cina dan Jepang."Fleksibilitas mata uang akan memperluas pilihan kebijakan Cina untuk mengatur perekonomiannya dengan lebih baik. Hal tersebut akan membuat pertumbuhan ekonomi Cina lebih stabil dan juga memberi nilai tambah bagi perekonomian Jepang," kata Tanigaki.Tanigaki memperkirakan, langkah Cina ini baru sebatas langkah awal sebelum akhirnya Cina mengadopsi sistem mata uang mengambang. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads