Rupiah Kembali Bergerak Melemah
Selasa, 26 Jul 2005 09:49 WIB
Jakarta -
Setelah memudarnya dampak revaluasi yuan, nilai tukar rupiah pada Selasa (26/7/2005) diprediksi bergerak flat ke arah pelemahan. Reaksi ini mengikuti pergerakan mata uang regional lainnya yang juga melemah terhadap dolar AS setelah menguat tajam pasca revaluasi yuan.Pada awal perdagangannya, rupiah berada di level Rp 9.815 per dolar AS, atau sama dengan posisi penutupan kemarin. Pasca revaluasi yuan, Kamis 21 Juli lalu, rupiah sempat menguat tajam di level Rp 9.775 per dolar AS.Namun seiring memudarnya dampak revaluasi yuan, posisi dolar AS kembali menanjak. Tercatat dolar AS menguat posisinya terhadap sejumlah mata uang dunia lainnya. Euro berada di level 1,2062 per dolar, atau hampir tidak berubah dibandingkan posisi sebelumnya di level 1,2061 per dolar. Demikian pula dolar AS stabil terhadap yen di posisi 111,41, dibandingkan posisi sebelumnya di level 111,36 yen."Dolar masih mendapat dukungan yang baik dibanding mata uang lainnya. Sementara sebagian besar perhatian masih tertuju pada dampak revaluasi yuan, namun sejauh ini dampaknya terlihat cukup terbatas," kata Mark Austin, global head of currency strategy HSBC seperti dikutip AFP.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































