Laba Bank Lippo Melonjak 99,4%

Semester I-2005

Laba Bank Lippo Melonjak 99,4%

- detikFinance
Selasa, 26 Jul 2005 18:03 WIB
Jakarta - PT Bank Lippo Tbk selama semester I-2005 berhasil mencatat laba bersih Rp 203 miliar, atau naik 99,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 102 miliar. Namun Bank Lippo pada tahun ini harus membayar pajak lagi setelah sebelumnya mendapat penangguhan karena ada perlakuan khusus bagi bank rekap. Pajak yang dibayarkan Bank Lippo pada tahun ini mencapai Rp 86 miliar. Hal tersebut mengakibatkan adanya perbedaan yang mencolok laba sebelum pajak yang mencapai Rp 289 miliar dengan laba bersih.Peningkatan laba bersih tersebut terutama dipicu naiknya kredit Bank Lippo selama semester I-2005 hingga 36,2 persen menjadi Rp 6,772 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 4,972 triliun. "Dengan pencapaian kredit sebesar ini, maka kita optimistis target akhir tahun Rp 8 triliun bisa terlampaui," kata Presdir Bank Lippo Jos Luhukay dalam jumpa pers di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (26/7/2005).Kenaikan laba bersih juga didukung oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih sebesar 38,1 persen menjadi Rp 557 miliar dibandingkan periode sebelumnya Rp 403 miliar. Demikian pula dengan pendapatan fee based income naik 16,2 persen menjadi Rp 249 miliar. "Pada semester II, pendapatan fee based income akan lebih tinggi lagi karena Bank Lippo mulai menaikkan biaya transaksi," kata Jos.Total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 23,485 triliun, turun 3,5 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 24,330 triliun karena turunnya penempatan deposito. Kinerja Bank Lippo lainnya, CAR sebesar 22,5 persen, NPL gross 5,4 persen, LDR 28,8 persen. Menurut Jos, meski LDR rendah, namun laba bersih Bank Lippo cukup baik mengingat biaya bunga yang dikeluarkan perseroan sangat rendah dibandingkan bank-bank lain. Pada akhir tahun 2005, LDR ditargetkan di atas 30 persen. Untuk penjualan Aset Yang Diambil Alih (AYDA) dengan nilai buku Rp 2,1 triliun, tingkat pengembalian rata-rata mencapai 69-89 persen. Bank Lippo telah melakukan kesepakatan penjualan AYDA dengan Yellow Horizon Ltd melalui program penjualan aset berjangka selama empat tahun. Mengenai kemungkinan Bank Lippo merger dengan Bank Niaga mengingat keduanya dimiliki Khazanah Nasional Berhard, Malaysia, Jos mengatakan hal tersebut diserahkan kepada pemegang saham. Namun menurut Jos, ada kebiasaan Khazanah di beberapa negara memiliki lebih dari satu bank. Khazanah Malaysia rencananya segera menambah kepemilikannya di Bank Lippo hingga 52,05 persen. Khazanah juga menjadi pemilik tidak langsung Bank Niaga karena memiliki 12 persen saham di Commerce Asset Berhard. Sementara Commerce sendiri memiliki 51 persen saham di Bank Niaga.Manajemen Bank Lippo dalam pengumumannya hari ini juga mengatakan, Khazanah akan tetap mempertahankan nama dan brand Bank Lippo. Sementara transaksi dengan Khazanah diharapkan rampung pada awal Oktober.Jos mengaku siap diganti jika nanti ada perubahan manajemen pascamasuknya Kahzanah yang membeli 52,05 persen saham Bank Lippo. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads