IMF: Indonesia Masih Perlu Kenaikan Suku Bunga
Kamis, 28 Jul 2005 11:05 WIB
Jakarta - Dana Moneter Internasional (IMF) memandang, Indonesia masih memerlukan kenaikan suku bunga untuk mengurangi tekanan inflasi dan meredam gejolak nilai tukar rupiah.Demikian salah satu poin dari review tahunan IMF seperti dikutip dari situs resmi IMF, Kamis (28/7/2005)."Dewan IMF mengakui soal perhatian Bank Indonesia terkait tingkat suku bunga yang lebih tinggi akan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Beberapa direktur menyarankan, kebijakan yang lebih ketat mungkin akan tetap baik untuk menghadapi tekanan inflasi yang tinggi dan juga nilai tukar rupiah," demikian pernyataan IMF.IMF juga menyoroti soal kebijakan fiskal Indonesia. Menurut Dewan IMF, untuk mencapai target dalam APBN 2006, pemerintah harus mengambil pertimbangan yang sangat hati-hati terkait implikasi kebijakan pajaknya. Direksi IMF menyarankan agar pemerintah Indonesia hati-hati dalam memperluas pembebasan pajak.Indonesia juga dipandang perlu memobilisasi pendapatan non-migas. Direktur IMF mengingatkan, kenaikan harga minyak internasional yang tidak bisa diperkirakan akan memerlukan kewaspadaan pemerintah Indonesia.IMF menghargai langkah pemerintah Indonesia untuk mengurangi subsidi BBM dan mengalihkannya ke program kompensasi sosial. Beberapa direktur IMF merekomendasikan agar Indonesia segera menerapkan harga BBM sesuai pasar dan tidak ada lagi subsidi. Hal tersebut dinilai bisa secara signifikan mengurangi terkanan pada anggaran. Namun hal tersebut harus dilakukan dengan meminimalkan dampaknya pada masyarakat miskin.
(qom/)











































