Semester I-2005
Laba Bersih Danamon Naik 17%
Senin, 01 Agu 2005 13:20 WIB
Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk membukukan laba bersih konsolidasi semester satu 2005 sebesar Rp 1,285 triliun atau atau naik 17 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,101 triliun. Peningkatan laba bersih ini didukung oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih sebesar 15 persen menjadi Rp 2,267 triliun dan pendapatan operasional lainnya (fee based income) sebesar 26 persen menjadi Rp 745 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masing-masing sebesar Rp 1,970 triliun dan Rp 593 miliar. "Peningkatan pendapatan bunga bersih ini terutama disebabkan oleh peningkatan aktiva produktif serta membaiknya marjin bunga bersih menjadi 9,1 persen dari 8,2 persen di periode yang lalu," kata Direktur Utama Bank Danamon Sebastian Paredes dalam publik ekspose yang berlangsung di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (1/8/2005). Total kredit yang disalurkan mengalami pertumbuhan sebesar 47 persen dari Rp 22,753 triliun menjadi Rp 33,434 triliun per 30 Juni 2005. Sebanyak 41 persen kredit disalurkan ke sektor usaha perorangan, usaha kecil dan menengah (UKM) & komersial. Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, kredit yang disalurkan ke sektor-sektor ini tumbuh 75 persen, dengan kredit yang disalurkan ke sektor usaha perorangan melalui Dana Simpan Pinjam (DSP) mencapai Rp 1,885 triliun. Biaya operasional meningkat 40 persen dari Rp 921 miliar menjadi Rp 1,295 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Peningkatan biaya operasional terutama didorong oleh ekspansi bisnis di DSP dan di Adira Finance," kata Paredes. Setahun setelah didirikannya DSP, yang merupakan layanan perbankan untuk usaha mikro dan konsumen berpenghasilan rendah, 733 unit telah beroperasi per Juni 2005.Total dana pihak ketiga (DPK) pada semester satu 2005 mencapai Rp 44,822 triliun atau naik 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 36,207 triliun. Lepas Saham KEBD Sebastian juga menjelaskan, pada akhir Juli 2005 Bank Danamon telah menjual 14 persen dari kepemilikan total 15 persen sahamnya di PT Korean Exchange Bank Danamon (KEBD). Saham tersebut dijual ke Korean Exchange Bank senilai Rp 104 miliar. Sedangkan sisa 1 persen kepemilikan Bank Danamon di KEBD akan dijual di kemudian hari. Bank Danamon dimiliki 65,75 persen oleh Konsorsium Asia Financial Indonesia (AFI), 10,5 persen dimiliki oleh PPA (Perusahaan Pengelola Aset) dan selebihnya oleh publik. Untuk penerbitan obligasi yang tertunda Rp 2,5 triliun, menurut Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Liem, kemungkinan perseroan akan menerbitkan sekitar September-Oktober 2005 atau sebelum lebaran Idul Fitri. Sebelumnya obligasi yang ditawarkan Bank Danamon itu ditunda karena investor menginginkan bunga yang lebih tinggi.
(qom/)











































