Rupiah Bakal Menguat Tipis
Selasa, 02 Agu 2005 10:07 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah diprediksi terus menguat meski pada kisaran yang cukup tipis. Penguatan tersebut dipicu oleh melemahnya dolar AS di pasar dunia karena pesimisme masa depan ekonomi AS setelah keluarnya data PDB AS pekan lalu. Selain itu dolar AS juga melemah menyusul melonjaknya harga minyak dunia hingga level US$ 62 per barel. "Tingginya harga minyak dan lebarnya defisit perdagangan AS selanjutnya menyebabkan keprihatinan pasar. Kedua faktor itu dapat menahan penguatan dolar AS lebih lanjut," kata Nas Nijjar, pialang senior CMC Group, seperti dilansir AFP.Sementara sentimen negatif justru datang dari dalam negeri yakni dari tingginya inflasi yang diperkirakan melebihi target pemerintah di atas 7 persen. Pelaku pasar juga mencemaskan lonjakan harga minyak ini bakal melemahkan rupiah kembali mengingat kebutuhan dolar Pertamina yang juga akan meningkat. Untuk itu, pelaku pasar masih akan tetap berhati-hati, sehingga rupiah diprediksi tidak akan bergerak pada kisaran yang terlalu lebar. Pada perdagangan Selasa (2/8/2005), rupiah dibuka di level Rp 9.790 per dolar AS, atau melemah tipis dibandingkan penutupan kemarin di level Rp 9.780 per dolar AS.
(qom/)











































