Follow detikFinance
Jumat, 03 Agu 2018 12:05 WIB

Luhut: Persiapan Pertemuan IMF-World Bank 85%

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan (Matius Alfons/detikcom) Foto: Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Persiapan gelaran pertemuan tahunan IMF-World Bank hampir rampung. Saat ini, progres persiapannya sudah mencapai 85%.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pihaknya baru saja menggelar pertemuan dengan Gubernur BI Perry Warjiyo serta perwakilan dari IMF dan World Bank. Pertemuan ini untuk membicarakan progres persiapan acara.

"Mereka (perwakilan IMF dan World Bank) sudah melihat persiapan-persiapan terakhir, tadi dengan Pak Gubernur BI sudah mendengarkan dan kami sudah respons," kata dia di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Luhut mengatakan, persiapan sudah mencapai 85%. Hal itu mencakup tempat, pengamanan, hingga transportasi.


"Posisi 85% dari persiapan yang ada, tempat, security, Garuda Wisnu Kencana, transportasi semua sudah kita bicarakan dan mereka sudah puas karena mereka liat sendiri persiapan," ungkapnya.

Luhut bilang, perwakilan IMF-World Bank menyambut baik persiapan tersebut.

"Dan yang paling penting, ini adalah pertemuan IMF-World Bank menurut mereka terbesar sepanjang dari sejarah dari IMF-World Bank," tutupnya.


Agenda Pertemuan

Ribuan delegasi dari seluruh dunia akan menghadiri pertemuan tahunan IMF-World Bank yang digelar di Bali pada Oktober mendatang. Ada sejumlah agenda yang dibahas pada pertemuan tersebut.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, sejumlah insiatif akan dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Salah satunya terkait pengembangan fintech.

"Pertama adalah di bidang digital ekonomi dan keuangan yang kita angkat pertemuan ini, adalah yang kita sebut Bali fintech agenda," ujarnya di Kantor Kementeriaan Koordinator Bidang Kemaritiman.

Lanjut Perry, adapun yang dibahas adalah rumusan pengembangan fintech yang akan dijadikan acuan tidak hanya di Indonesia namun juga dunia.

Dalam pertemuan ini akan dibahas juga perkembangan ekonomi Indonesia, termasuk di dalamnya perkembangan pembiayaan di bidang infrastruktur. Pemerintah, kata Perry, akan menawarkan infrastruktur untuk dikerjasamakan.


"Di samping itu kita mengusung inisiatif menunjukan kemajuan ekonomi kita. Antara lain, satu terkait pembiayaan infrastruktur, banyak event di dalam infrastruktur apakah blended finance atau terkait juga pembiayaan swasta. Kita usahakan sejumlah infrastruktur bisa diselesaikan dan ditandatangani pembiayaannya dengan berbagai hal itu," jelasnya.

Topik lain ialah terkait ekonomi syariah. Serta, berbagai isu di bidang pembangunan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan menawarkan berbagai proyek infrastruktur yang dikerjasamakan. Namun, pihaknya belum merinci.

"Macam-macam banyak sekali, blended finance mungkin menawarkan LRT, bisa saja LRT Bandung, LRT Palembang refinancing untuk itu, atau mungkin listrik sampah, atau mungkin solar panel, banyak sekali yang kita bisa tawarkan. Sekarang lagi kerja keras tim kita menyiapkan karena tidak mudah menyiapkan. Karena mereka mau barang atau proyek yang sudah ada FS yang dilakukan reputable institution," tutupnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed