Divestasi 10,5% Saham Pemerintah
BEJ Suspensi Saham Danamon
Rabu, 03 Agu 2005 09:58 WIB
Jakarta - Bursa Efek Jakarta (BEJ) terhitung mulai sesi I perdagangan Rabu (3/8/2005) mensuspensi atau menghentikan sementara perdagangan saham PT Bank Danamon Tbk (BDNM). Suspensi akan dikenakan selama dua sesi perdagangan hari ini.Suspensi itu dikenakan terkait rencana pemerintah melepas sisa kepemilikannya sebesar 10,5 persen atau 515.226.810 lembar saham di Bank Danamon melalui mekanisme pasar (market placement). Menurut Kepala Divisi Pencatatan Sektor Jasa BES Wan Wei Yong, suspensi dikenakan untuk mencegah terjadinya fluktuasi yang tidak wajar atas harga saham Bank Danamon.Divestasi itu dilaksanakan dengan berlandaskan Peraturan Pemerintah (PP) No. 33/2004 tentang divestasi, dan persetujuan DPR tanggal 4 Agustus 2004.Dari pelepasan saham di Bank Danamon tersebut, pemerintah berharap memperoleh dana segar hingga Rp 2,67-2,73 triliun. Sebelum suspensi, saham Bank Danamon pada perdagangan Selasa, 2 Agustus, berada di level Rp 5.300. Menurut Kepala Biro Humas Depkeu Marwanto Harjowiryono dalam keterangan tertulisnya, divestasi itu dilakukan pemerintah untuk menambal defisit anggaran negara akibat melambungnya beberapa pos belanja.Penyumbang defisit terbesar, menurut Marwanto, berasal dari subsidi BBM akibat melonjaknya harga minyak bumi jauh di luar perkiraan yang disusun sebelumnya. Hal tersebut memaksa pemerintah mencari alternatif pemenuhan pos pembiayaan di luar yang telah dianggarkan sebelumnya.Menteri Keuangan telah menginstruksikan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk melaksanakan proses divestasi dengan selalu memenuhi asas-asas Good Corporate Governance, tranparansi dan akuntabilitas publik, serta diupayakan untuk mencapai hasil yang optimal, dengan tujuan sebagai salah satu sumber pendanaan APBN 2005.Hingga pertengahan tahun 2005, PPA telah menyetor dana ke kas pemerintah sebesar Rp 1,29 triliun. Pemerintah melalui PPA masih memiliki sejumlah kepemilikan saham antara lain di BCA (5,02 persen), Bank Permata (26,17 persen), Bank Lippo (1,5 persen), BII (5,53 persen), Bank Tabungan Pensiunan Nasional (28,39 persen), MayBank Indocorp (6,08 persen), Bank panin (0,0005 persen).Saat ini mayoritas saham Bank Danamon dikuasai oleh Asia Financial Indonesia Pte. Ltd (AFI) yang memiliki 66 persen. Pemegang saham AFI adalah Temasek Holdings (Pte) Ltd. dan Deutsche Bank AG.
(qom/)











































