Defisit APBN 2005 Capai 1% PDB

Defisit APBN 2005 Capai 1% PDB

- detikFinance
Rabu, 03 Agu 2005 16:22 WIB
Jakarta - Defisit anggaran tahun 2005 diperkirakan membengkak menjadi satu persen dari PDB atau Rp 26,184 triliun. Padahal semula defisit dalam APBN-P 2005 'hanya' ditargetkan 0,8 persen atau Rp 20,33 triliun. Demikian laporan pemerintah tentang pelaksanaan APBN semester I-2005 kepada DPR yang diterima detikcom, Rabu (3/8/2005).Dalam dokumen disebutkan, pendapatan negara dan hibah selama tahun 2005 diperkirakan mencapai Rp 516,03 triliun, atau lebih tinggi 5 persen dari sasaran APBN-P sebesar Rp 491,587 triliun. Perkiraan belanja negara sepanjang tahun 2005 diperkirakan mencapai Rp 542,21 triliun, yang berarti lebih tinggi 5,9 persen dari pagu APBN-nya. Menanggapi hal tersebut, Dirjen Perbendaharaan Negara Mulia P Nasution mengatakan, pemerintah akan berusaha menjalankan beberapa kebijakan yang telah diprogramkan guna menambal defisit anggaran itu.Beberapa langkah yang akan ditempuh antara lain penerbitan obligasi baru, privatisasi, maksimalisasi hasil pengelolaan aset PPA melalui divestasi, penjualan aset saham non-bank, aset properti dan kredit, serta percepatan penyelesaian policy matrix sebagai syarat pencairan pinjaman program. Mulia menegaskan, pemerintah akan mengutamakan peningkatan penerimaan negara seperti perpajakan dan cukai, serta penghematan belanja negara. Untuk penerbitan obligasi negara dipastikan tidak akan ditambah jumlahnya."Penerbitan obligasi negara tidak ada tambahan. Kita akan optimalkan penerimaan pendapatan negara dan penghematan belanja," kata Mulia.Ada pun belanja negara yang dapat dihemat antara lain belanja barang, belanja modal, belanja subsidi dan belanja lain-lain. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads