Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 08 Agu 2018 19:35 WIB

Permintaan Kredit UMKM Naik, Plafon KUR Ditambah Jadi Rp 123 T

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menjelaskan, pihaknya sudah setuju dengan adanya pengajuan dari beberapa bank untuk menambah plafon realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi Rp 123,53 dari sebelumnya Rp 120 triliun.

"Komite menyetujui peningkatan plafon KUR Rp 120 triliun menjadi Rp 123,53 triliun untuk 2018 ini," ujar dia setelah rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Rabu (8/8/2018).

Ia menjelaskan dalam rencana anggaran tahun 2018, plafon KUR hanya Rp 120 triliun. Sementara sampai Juni 2018, realisasi dana yang sudah dialokasikan sudah mencapai Rp 117 triliun



"Berarti sebenarnya ada sisa 2,925 t karena permintaan begitu tinggi UMKM akan KUR ini bank akhirnya mengajukan plafon KUR Rp 6,45 triliun ini disetujui komite. Sehingga plafon KUR di tahun 2018 menjadi Rp 123,53 triliun atau meningkat Rp 6,5 triliun dibanding plafon tahun sebelumnya," kata dia.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan dari tahun 2015 realisasi KUR sudah mencapai Rp 277,4 triliun ke 11,8 juta UMKM sebagai Indonesia. Kemudian untuk realisasi data dari Januari sampai Juli 2018 yaitu Rp 79,2 triliun.

"Kalau sampai Juli itu Rp 79,2 triliun," kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan secara spesifik, berdasarkan data realisasi KUR yang dihimpun oleh sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, sejak tahun 2015 sampai dengan 30 Juni 2018, nilai KUR yang telah disalurkan sebesar Rp 277,4 Triliun dengan outstanding sebesar Rp 130,8 Triliun kepada 11,8 juta pelaku UMKM.

"Capaian tersebut juga diikuti dengan terjaganya tingkat Non Performing Loan (NPL) KUR pada tingkatan 1,06%," ungkap Iskandar.

Sedangkan penyaluran KUR dari 1 Januari 2018 sampai dengan 30 Juni 2018 tercatat telah disalurkan sebesar Rp 64,6 Triliun atau 55,2% dari target penyaluran Rp 117,08 T di tahun 2018.



Iskandar pun menyampaikan, agresivitas capaian KUR tersebut juga diikuti dengan terjaganya tingkat NPL di angka 0,01%. Pemerintah juga berhasil menjaga dominasi porsi penyaluran KUR kepada usaha mikro.

"Hal tersebut tercermin dengan penyaluran KUR Mikro sebesar Rp 41 triliun yaitu 63,5% dari penyaluran KUR, diikuti dengan KUR Kecil sebesar Rp 23,3 Triliun yaitu 36,1% dari penyaluran KUR, dan KUR Penempatan TKI sebesar Rp 231 Miliar yaitu sebesar 0,4% dari penyaluran KUR," kata dia.

Untuk penyaluran KUR menurut wilayah, Pulau Jawa masih mendominasi penyaluran KUR sebesar 54,9%, diikuti dengan Sumatera 19,4%, Sulawesi 10%, Bali & Nusa Tenggara 7,1%, kemudian Kalimantan 6,4%, serta Maluku & Papua 2,2%. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed