Peringkat Utang Turki Diturunkan ke Junk

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 18 Agu 2018 14:20 WIB
Foto: BBC Indonesia
Jakarta - Standard and Poor's menurunkan peringkat utang Turki menjadi non investasi atau junk, jauh di bawah level investment grade. Alasannya, lira mengalami volatilitas yang ekstrim dalam dua pekan terakhir.

Karena hal itu, lembaga pemeringkat utang ini memprediksi Turki bakal mengalami resesi pada 2019. Peringkat utang Turki diturunkan satu level dari BB- menjadi B+ dengan outlook stabil setelah nilai tukar lira mengalami pelemahan pada awal pekan ini.

"Penurunan peringkat ini menggambarkan prediksi kami bahwa volatilitas mata uang Turki lira dan proyeksi keseimbangan neraca pembayaran bakal melemahkan perekonomian Turki. Kami memprediksi resesi pada tahun depan," tulis S&P dalam pernyataannya dikutip dari CNBC, Sabtu (18/8/2018).

Selain itu, S&P juga memprediksi Turki bakal mengalami inflasi sekitar 22% dalam empat bulan ke depan atau naik dari saat ini yang berada di kisaran 15%. Inflasi Turki sempat menyentuh level 69% pada sekitar 2000 sebelum Recep Tayyip Erdogan menjabat sebagai Perdana Menteri untuk pertama kalinya.


S&P juga memproyeksikan bahwa ekonomi Turki akan terus bergejolak pada 2019, dan mengatakan pelemahan mata uang memiliki implikasi fiskal negatif, termasuk membebani neraca keuangan dan memberikan tekanan lebih pada bank domestik.

Lira Turki memang terus mengalami pelemahan hingga 40% terhadap dolar AS sejak awal tahun ini. Pada Jumat pekan lalu, Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan kenaikan tarif impor untuk komoditas baja dan aluminium dari Turki menjadi masing-masing 50% dan 20%.

Hubungan kedua negara juga semakin memanas di minggu ini. Di mana AS terus memberikan ancaman sanksi ekonomi kepada Turki bila tidak membebaskan Pastur asal AS Andrew Brunson.

(fdl/ang)