BNI Siapkan Dana Rp 3 Triliun Untuk Akuisisi BTN

BNI Siapkan Dana Rp 3 Triliun Untuk Akuisisi BTN

- detikFinance
Sabtu, 06 Agu 2005 17:39 WIB
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengaku mampu menyiapkan dana sebesar Rp 2-Rp 3 triliun untuk mengakuisisi Bank Tabungan Negara (BTN). Dana tersebut berasal dari internal perseroan."Untuk BNI, dana merger tidak masalah. Disiapkan Rp 2 sampai Rp 3 triliun. Besaran ini bukan BTN yang menentukan tapi pemegang saham BTN (pemerintah)," kata Dirut BNI Sigit Pramono di sela acara peresmian Menara Bank Mega Jl. Kapten Tendean Jakarta, Sabtu (6/8/2005).Seperti diketahui, Rapat Tim Kebijakan Privatisasi pemerintah 4 Juli 2005 menyiapkan kemungkinan BNI mengakuisisi seluruh saham BTN senilai Rp 3,5 triliun. Namun Sigit mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut masalah akuisisi BTN.Setelah gagal membeli Bank Permata, menurut Sigit, BNI terus berusaha membidik bank lain untuk meningkatkan modal menjadi bank regional atau bank internasional seperti struktur Arsitektur Perbankan Indonesia (API). BNI saat ini sudah masuk kategori bank nasional karena memiliki modal lebih dari Rp 10 triliun. Menurut Sigit, bank nasional yang besar saat ini tinggal empat plus satu bank ekspor impor yakni Bank Ekspor Indonesia (BEI) yang akan menjadi Export Credit Agency (ECA). Sedangkan BRI akan fokus ke kredit mikro. Sehingga ke depan antara Bank Mandiri, BNI dan BTN, harus dipikirkan kebutuhan melakukan merger atau akusisi. Menurut Sigit, merger merupakan salah satu upaya memperkuat bank nasional dari serbuan bank asing. Sayangngya, kata Sigit, setiap bank nasional yang akan merger selalu diributkan. "Kenapa kalau perbankan nasional orang-orang pada meributkan ini tidak fair, beda dengan bank asing. Contohnya kita waktu mau merger dengan Bank Permata ributnya minta ampun," katanya.Ke depan, bank-bank kecil akan semakin berat melakukan persaingan dengan bank-bank nasional yang kini sudah banyak dimiliki asing. Maka itu Sigit menilai, merger adalah satau upaya untuk bisa bersaing dengan bank asing."Persaingan ke depan berat, jadi lebih baik merger. Tapi mohon jangan dipolitisasi, karena ini pertimbangan komersial agar bank nasional lima tahun ke depan tidak ada yang mencaplok," katanya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads