BI Minta Perbankan Beri Perhatian Kredit Korporasi
Sabtu, 06 Agu 2005 18:26 WIB
Jakarta - Merebaknya kasus kredit macet membuat perbankan takut menyalurkan kredit korporasi. Sampai-sampai Bank Indonesia (BI) meminta perbankan untuk memberi perhatian ke sektor korporasi selain sektor usaha kecil menengah (UKM)."Sektor korporasi harus dapat perhatian. Memang tidak dapat dipungkiri kredit korporasi hari-hari ini menjadi sorotan yang membuat bank lebih hati-hati," kata Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di sela acara peresmian Menara Bank Mega Jl.Tendean Jakarta, Sabtu (6/8/2005).Risiko kredit korporasi, menurut Burhanuddin, dapat diminimalisir jika perbankan mengenal lebih baik industri yang ada. Saat ini, lanjutnya, banyak industri yang layak mendapat kredit namun sulit memperolehnya karena bank belum memahami nature usahanya.Padahal komoditas industri tersebut memiliki daya saing di pasar dalam dan luar negeri. Maka itu Burhanudin berharap, bank tidak takut menyalurkan kredit korporasi dengan terlebih dahulu melakukan pengkajian. Berbeda dengan kredit korporasi yang terseok-seok pada tahun ini, kredit UKM dan investasi, menurut Burhanuddin, mengalami peningkatan yang cukup berarti. Terbukti sampai Mei 2005 kredit untuk UKM mencapai 50 persen dari total kredit perbankan atau sekitar Rp 28 triliun.Kondisi ini menunjukkan bahwa perekonomian kembali bergerak maju menjadi dinamis dan produktif, dan diharapkan bisa membantu target pertumbuhan ekonomi enam persen. "Ini juga didukung oleh struktur berimbang dari peran investasi dan elemen lainnya termasuk perbankan," ujarnya.Menurut Burhanuddin, kredit investasi pada saat krisis ekonomi mengalami banyak penurunan. Namun kini telah tumbuh kembali dengan terlihatnya sektor perbankan yang bergerak ke pembiayaan jangka panjang.
(ir/)











































