Bank Mega Siapkan Rp 150 Miliar untuk Akuisisi Bank Lain

Bank Mega Siapkan Rp 150 Miliar untuk Akuisisi Bank Lain

- detikFinance
Sabtu, 06 Agu 2005 20:53 WIB
Jakarta - Bank Mega berencana mengakuisisi bank umum yang khusus menangani mikro pedesaan pada tahun ini dengan pengambilalihan pemilikan sebesar 100 persen. Dana yang disediakan sekitar Rp 50-150 Miliar. "Kita tak menutup kemungkinan mengakuisisi atau bergabung dengan bank lain. Tentu saja memakai platform Bank Mega sebagai bank jangkar," kata Komisaris Utama Bank Mega Chairul Tanjung, seusai peresmian menara Bank Mega di Jalan Kapten Tandean, Jakarta Selatan, Sabtu (6/8/2005).Menurutnya sudah ada beberapa bank yang berbicara dengan Bank Mega mengenai hal itu. Tapi belum ditentukan bank yang akan dipilih. "Yang pasti merupakan bank umum, karena bank yang akan diakuisisi kecil, sehingga dana yang disediakan Rp 50-150 Miliar. Namun makin cepat makin baik," ujarnya. Chairul menjelaskan di Tahun 1996 ketika Bank Mega diambil alih oleh kelompok usaha PARA Grup, asetnya baru senilai Rp 120 Miliar, kini aset Bank Mega sudah mencapai Rp 21 triliun lebih. Hal ini menurutnya membuktikan bahwa ditengah-tengah kepemilikan asing terhadap bank-bank di Indonesia, Bank Mega satu-satunya bank swasta nasional dengan aset di atas Rp 120 miliar yang masih dimiliki putera bangsa sendiri."Diharapkan pada 2008 aset Bank Mega mancapai Rp 50 Triliun dengan lebih dari 250 kantor cabang," jelasnyaIa menambahkan untuk meningkatkan modal akan diupayakan banyak hal di antaranya mengakumulasi keuntungan untuk menambah modal. Langkah lainnya dengan menerbitkan subordinat loans. "Sekarang ini kita masih punya peluang namun terhambat karena suku bunga masih mahal sementara kita belum mempunyai kepentingan mendesak karena modal kita masih cukup," paparnya.Terkait dengan rencana merger, Chairul memastikan Bank Mega tidak akan melakukan merger dengan Bank Persyarikatan Indonesia (BPI). Saat ini jumlah bank di Indonesia sudah banyak, kurang lebih 150 bank. Menurutnya jumlah bank yang sulit berkembang sebaiknya bergabung dengan bank yang lebih dulu eksis. Oleh karena itu diperlukan bank jangkar untuk mengembangkan bank tersebut. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads