Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Sep 2018 12:14 WIB

Pria Ini Jatuh Miskin Gara-Gara Bitcoin Terjun Bebas

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Mata uang kripto jenis bitcoin masih fenomenal. Aset digital ini memiliki pergerakan yang sangat cepat mulai dari naik hingga turun ke level terbawah.

Ada seorang pengguna bitcoin yang mengalami kerugian besar bernama Sean Russel. Ia memang telah berinvestasi di bitcoin sejak November tahun lalu.

Saat itu ia menginvestasikan uangnya sebanyak US$ 120.000 (Rp 1,8 miliar) kemudian hanya dalam satu bulan investasinya melonjak jadi US$ 500.000 (Rp 7,4 miliar).

Russel senang bukan kepalang, dalam waktu singkat ia bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

"Saat itu ketika saya bangun tidur, saya melihat nilainya terus meningkat," ujar Russel.

Namun pada Desember posisi bitcoin per keping berada di level US$ 20.000 dan saat ini turun dan diperdagangkan pada US$ 6.300, alias sudah terjun bebas.


Russel pun berusaha untuk mengurangi kerugiannya dengan mengalihkan bitcoin ke bitcoin cash dan uang kripto lainnya seperti Ethereum dan Ripple. Sayang usahanya tak membuahkan hasil, kerugian yang harus ia telan sudah mencapai 96%.

"Kerugian ini membuat saya hancur, saya trauma. Saya pernah melihat berita tentang miliarder yang bangkrut dan sekarang saya berada dalam posisi itu," jelas dia.

Seorang peneliti cryptocurrency Michel Rauchs menjelaskan kenaikan harga bitcoin memang tak bisa diprediksi. Sayangnya banyak investor tak berpengalaman seperti mahasiswa, ibu rumah tangga bahkan nenek-nenek yang hanya mengikuti tren.

"Mereka diberitahu oleh iklan-iklan jika investasi di bitcoin ini adalah kesempatan baik. Mereka terpengaruh dan membeli, tapi sekarang mereka didera kerugian besar," ujar dia.


CEO JPMorgan Jamie Dimon dan Warren Buffett sebelumnya sudah memperingatkan para investor untuk tidak melirik bitcoin sebagai instrumen investasi.

Pekan lalu harga bitcoin jatuh lebih dari 20% dalam dua hari. Ini terjadi setelah Business Insider menerbitkan laporan jika investment bank Goldman Sachs membatalkan rencana untuk penjualan cryptocurrency.



Saksikan juga video 'Perang Dagang AS-China, Siapa yang Rugi?':

[Gambas:Video 20detik]

(kil/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com