Menpera Yusuf Asy\'ary:
BTN Jangan Merger, Tapi Akuisisi
Jumat, 12 Agu 2005 14:14 WIB
Jakarta - Bank Tabungan Negara (BTN) sebaiknya diakuisisi saja, tidak perlu dimerger. Jika dimerger, maka peranan BTN sebagai penyedia dana untuk perumahan menengah ke bawah bisa hilang. "Sebaiknya jangan merger, karena saya khawatir misi utamanya sebagai penyedia dana murah untuk perumahan menengah ke bawah bisa hilang," kata Menpera Yusuf Asy'ary di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (12/8/2005).Yusuf berpendapat, BTN sebaiknya diakuisisi saja karena bisa memperkuat misi BTN sebagai bank yang berkomitmen terhadap perumahan menengah ke bawah. "Saya berpendapat akuisisi saja. Dengan menjadi anak perusahaan, maka peran BTN akan tetap ada, bahkan kalau dengan akuisisi bisa memperkuat, maka target pendanaan rumah dapat ditingkatkan," ujar yusuf. Ia berharap akuisisi BTN nantinya tidak diikuti dengan proses merger. Sebelumnya, Dirut BNI Sigit Pramono menegaskan, BNI berniat meleburkan BTN dalam rencana akuisisi 100 persen BTN. Dalam peleburan itu, BNI akan mempertahankan namanya dan menghilangkan nama BTN. Sementara pemerintah tetap membuka peluang kepada bank-bank lain di luar BNI untuk mengakuisi BTN. Yang pasti, pemerintah ingin memperkuat modal BTN guna mewujudkan program pembangunan 1 juta rumah.Rencana akuisisi ini mendapat penolakan dari karyawan BTN. Serikat Pekerja BTN Rabu (11/8/2005) menggelar aksi demo di Bandung menolak akuisisi. Mereka menilai akuisisi akan menyebabkan PHK karyawan besar-besaran.
(qom/)











































