Follow detikFinance
Senin, 17 Sep 2018 15:58 WIB

Dolar AS Perkasa Lawan Rupiah, Kenapa Ekspor Melempem?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pada Agustus mencapai US$ 15,82 miliar, turun sekitar 2,6% dibandingkan Juli sebesar US$ 16,24 miliar.

Mengetahui hal tersebut, Bank Indonesia (BI) menilai masih ada kendala pada sisi ekspor. Padahal di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu bisa memacu ekspor.

"Ya berarti ekspornya kita masih punya kendala, meskipun dari sisi manufaktur, meskipun dari sisi depresiasinya nilai tukar kita seharusnya itu bisa membantu faktor pendorong kompetitif dari sisi ekspor," Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).


Sementara peningkatan ekspor sendiri merupakan salah satu cara bagi Indonesia mengatasi defisit neraca perdagangan.

"Memang kita masih punya upaya gimana ekspornya lebih tumbuh terutama ekspor manufaktur. Harusnya dengan dorongan rupiah yang sudah terdepresiasi ini bisa menjadi satu faktor untuk kompetitif kita dari sisi ekspor," jelasnya.


Tapi menurutnya, pertumbuhan harga komoditas yang kurang begitu baik jadi salah satu penyebab kenapa pertumbuhan ekspor melambat.

"Harga harga komoditi memang agak kecenderungan melambat di bulan bulan terakhir. Itu juga berpengaruh ke harga ekspor komoditi kita," tambahnya.


Saksikan juga video 'Ekspor Bulan Ini Turun, Indonesia Defisit US$ 0,12 M':


(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed