Follow detikFinance
Sabtu, 22 Sep 2018 13:45 WIB

Sewa Kendaraan untuk IMF-WB Bertambah, Luhut: Kita Agak Pusing

Aditya Mardiastuti - detikFinance
Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan/Foto: Puti Aini Yasmin/detikcom Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan/Foto: Puti Aini Yasmin/detikcom
Jakarta - Belasan ribu tamu IMF-World Bank Annual Meeting 2018 diprediksi bakal tiba dan mendorong geliat perekonomian di Bali. Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bahkan mengaku pusing soal penyewaan mobil para tamu tersebut.

"Jadi kami sudah data hampir 19.000 orang datang ke sini. Kita jadi agak pusing karena permintaan kendaraan meningkat," ujar Luhut saat meresmikan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Bali, Sabtu (22/9/2018).

Luhut mengatakan selama ini pihaknya menghitung kebutuhan sewa mobil untuk IMF-World Bank Annual Meeting sebanyak 3.000 kendaraan. Namun, menjelang hari H permintaan sewa mobil meningkat.

"Kami sudah hitung bapak Polantas ini hanya mampu kira-kira 3.400 kendaraan sekarang mobil kecil sampai 4.000 kendaraan kita juga ngatur jangan sampai macet total," ujar Luhut.


Luhut bercerita pembangunan proyek infrastruktur Bali memang sedang dikebut. Sebab, Bali menjadi salah satu destinasi wisata yang sudah mendunia.

"Bali ini salah satu tourist destination kita dan meng-cover 40% lebih turis Indonesia. Oleh karena itu pemerintah kita, presiden minta Bali ini ditata. Oleh karena itu kami minta World Bank dengan Udayana untuk membuat studi karena runway Ngurah Rai ini akan kita perlebar sampai 37-40 hektare apronnya akibatnya jumlah penumpang yang tiba di Bali di sini saja bisa 37,5 juta orang," paparnya.

"Dalam 3-4 tahun ke depan kalau sampai sekarang tidak akan bisa mengurangi traffic itu, ini pun hanya 3-4 tahun setelah itu akan penuh. Oleh karena itu studi itu akan dibuat apakah elevated jalan keluar dari airport. Studi ini sedang kita lakukan. Kemudian bandara di Singaraja kapan juga harus dibuat karena itu harus sinergi oleh karena itu sedang distudi terus buat tol dari sini ke utara. Oleh karena itu konektivitas Bali akan jadi bagus. Nah turis akan punya dampak besar bagi Bali, " ujarnya.


Dia menambahkan kunjungan para tamu IMF-World Bank Annual Meeting di Bali diprediksi bakal membuat perekonomian Bali bergeliat. Dia memastikan kunjungan para delegasi tersebut membuka puluhan ribu lapangan kerja.

"Studi Bappenas, tadi Pak Gubernur juga sudah tahu akan menaikkan dampak pertumbuhan ekonomi Bali dari 5,9% jadi 6,54% per tahun ini dan itu dampak yang sangat signifikan dan menciptakan 32.700 lapangan kerja ini penerimaan yang besar dan revenue Bali diperkirakan akan tambah Rp 1,4 triliun dari sini," urainya.

Luhut juga optimistis sektor pariwisata itu bisa mengurangi defisit keuangan di sektor lainnya. Apalagi sektor pariwisata memang sedang digenjot.

"UKM-UKM akan banyak berkembang jadi dampak pariwisata salah satu yang akan mengurangi account deficit kita karena kita yakin tahun depan akan bisa menerima dari turis itu dekat US$ 7 miliar. Karena target kami pemerintah per tahun depan kita harus terima 20 juta turis. Jadi Bali ini salah satu yang turis destination yang bagus. Oleh karena itu kita pelihara Bali ini jadi tourist destination yang bagus," pesannya. (ams/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed