Rupiah Masih Terancam
Selasa, 16 Agu 2005 09:27 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah masih dalam ancaman di tengah harga minyak yang tak kunjung surut. Menurut dealer, faktor utama yang mengancam rupiah masih berasal dari tingginya harga minyak karena Indonesia sudah menjadi net importir.Posisi Indonesia tersebut sangat tidak menguntungkan karena kebutuhan dolar dari Pertamina sebagai pengimpor minyak akan membengkak dan mengancam nilai tukar rupiah. Pada perdagangan Selasa (16/8/2005), rupiah dibuka masih melemah di level Rp 9.887 per dolar AS. Sementara pada perdagangan kemarin, rupiah anjlok hingga 75 poin ke level Rp 9.875 per dolar AS. Rupiah mencatat penurunan terbesar dibandingkan mata uang Asia lainnya. Sementara dolar AS menguat, terdorong berita tentang aliran dana ke AS selama Juni yang menunjukkan angka yang lebih besar. Euro melemah ke 1,2366 per dolar, dibandingkan posisi sebelumnya 1,2440 per dolar.
(qom/)











































