Gubernur BI Hingga Rizal Ramli Kumpul Bahas Pelemahan Rupiah

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 03 Okt 2018 11:32 WIB
Foto: Trio Hamdani
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo hingga Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli hari ini kumpul dalam seminar membahas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Acara berbentuk seminar tersebut diselenggarakan oleh Fraksi Partai Golkar, mengambil tema 'Rezim Devisa dan Strategi Menghadapi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah'. Acara berlangsung di Gedung Nusantara, DPR RI, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

Hadir pula Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Selanjutnya ada Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Didik J Rachbini, serta Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono, Ketua Lembaga Pengkajian.

Namun Gubernur BI sendiri tiba sekitar pukul 11.00 WIB, di mana Rizal Ramli sudah pergi lebih dulu.

Seminar membahas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).Seminar membahas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Foto: Trio Hamdani




Seperti diketahui, nilai tukar dolar AS akhirnya tembus Rp 15.000 pada Selasa (2/10). Dari perdagangan Reuters dolar AS tembus ke level Rp 15.001 pada pukul 11.00 WIB.

Posisi ini menjadi yang tertinggi sepanjang pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pada 20 Oktober 2014 atau bertepatan saat Jokowi dilantik sebagai Presiden RI, dolar AS berada di Rp 12.030. Posisi tersebut terpantau lebih tinggi dari sebelumnya. Pada 21 Agustus 2013, saat itu dolar AS ditukar dengan Rp 11.288.

Sempat menyentuh Rp 14.710, penguatan dolar AS sempat mereda di 20 Oktober 2015 yakni di 13.645. Dolar AS kembali menyentuh level Rp 14.000an lagi pada 14 Desember 2015 yakni di 14.077.

Pada 20 Oktober 2017, dolar AS parkir di 13.500 sebelum akhirnya mereda di 25 Januari 2018 yang tercatat di Rp 13.288.

Tren pelemahan terus berlanjut hingga pada 5 September dolar AS menyentuh Rp 14.999. Tinggal sedikit lagi dolar AS menyentuh Rp 15.000.

Sejak saat itu dolar AS bergerak pada rentang yang tak terlalu jauh dari Rp 13.900-13.800. Bahkan dolar AS tak pernah lagi menyentuh posisi di bawah Rp 14.800 hingga akhirnya hari ini posisi Rp 15.000 berhasil ditembus.

(eds/eds)