Follow detikFinance
Rabu, 03 Okt 2018 13:24 WIB

Generasi Milenial Harapan Baru Ekonomi Syariah RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Mindra Purnomo Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Pemerintah saat ini mendorong industri halal yang dinilai mampu berkontribusi terhadap perekonomian khususnya ekonomi syariah.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan saat ini potensi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia masih sangat besar, karena itu pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi terutama ke generasi milenial yang terus berkembang.

Dia menambahkan, generasi milenial di negara muslim akan tumbuh menjadi sebanyak 4,7 miliar orang pada tahun 2030.

"Generasi milenial harus diinisiasi. Platform online industri ritel bisnis akan geser ke arah online. Maka semua layanan ini akan menjadikan model bisni yang lama menjadi dari offline ke online. Milenial akan dominasi peran ekonomi itu," ujar Bambang dalam acara International Indonesia Halal Lifestyle Conference di Jakarta Convention Center, Rabu (3/10/2018).

Bambang menyampaikan, pentingnya mengoptimalkan gaya hidup halal untuk mendorong perekonomian syariah. Mengingat, jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas muslim, tentu menjadi peluang yang sangat besar untuk mengembangkan industri halal. Di sisi lain, negara-negara lain juga sudah melihat betapa besarnya potensi dari industri halal ini.

"Kita penting untuk optimalkan pertumbuhan gaya hidup halal. Teknologi juga harus diterapkan untuk percepat pengoperasian proses industri ini jadi lebih efisien," ucapnya.



Lebih lanjut dia mengungkapkan, selain di sektor makanan dan fesyen, industri halal juga bisa bergerak di bidang pariwisata. Selama ini, sektor pariwisata berbasis syariah masih sangat minim. Padahal, mayoritas penduduk Indonesia merupakan muslim. Oleh sebab itu, pemerintah bersama dengan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan wisata syariah.

"Pertumbuhan industri halal ini harus fokus ke pariwisata, ini tentu bisa melayani berbagai macam konsumen atau wisata halal busana dan makanan ini mampu ciptakan lapangan kerja kesejahteraan dan fungsi naikkan konsumen," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, populasi Indonesia yang mayoritas beragama islam menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong industri halal ke kancah global. Di samping itu, permintaan untuk industri halal tidak hanya datang dari negara dengan penduduk muslim tetapi juga bisa dari negara-negara lainnya.

"Ini tren bagaimana bisa membentuk model bisnis secara ekonomi dan keuangan. Ini sudah menjadi alternatif dari sistem atau sumber modal bisnis ekonomi dan keuangan lainnya. Banyak manfaat nggak hanya umat muslim saja tapi umat lain dan semua manusia di bumi," jelas dia.

Di Indonesia, fenomena untuk menggunakan produk halal terjadi di berbagai segmen mulai dari makanan minuman, fesyen, hingga produk kecantikan. Kesempatan ini, yang menurut Perry, harus bisa dimanfaatkan demi menggaungkan ekonomi dan keuangan syariah.

"Halal ekonomi nggak hanya di islam saja. Ini fenomena yang terjadi di manapun di Timur Tengah, Indonesia, Eropa. Hijaber di Indonesia dari segmen milenial berkembang pesat, mereka banyak sekali. Enggak hanya dari busana, fashion, restoran, hotel, akomodasi dan segmen lainnya," pungkasnya.



(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed