Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Okt 2018 07:52 WIB

Lika-liku Suntikan Modal Penyelamat Bank Muamalat

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Halaman 1 dari 4
Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) akhirnya resmi mengumumkan empat pihak yang tergabung dalam sebuah konsorsium yang akan menjadi investor bank syariah tertua di Indonesia tersebut.

Komisaris Utama Bank Muamalat Ilham Habibie mengungkapkan konsorsium itu terdiri dari dirinya sendiri, kemudian raja minyak RI Arifin Panigoro, Lynx Asia, dan SSG Hong Kong. Keempat calon investor ini berniat untuk menyelamatkan Muamalat.

"Semua anggota konsorsium itu memiliki komitmen yang tinggi untuk menguatkan (Muamalat)" kata putera Presiden ke-3 RI, BJ Habibie di kantor pusat Bank Muamalat, Jakarta, Rabu (3/10/2018) kemarin.


Ilham mengatakan, konsorsium akan melakukan serangkaian penguatan dimana salah satunya adalah penyuntikan dana segar melalui rights issue atau penerbitan saham kembali.

"Dengan adanya kepastian konsorsium investor yang telah masuk tentunya akan sangat membantu penguatan Bank Muamalat saat ini dan rencana bisnis ke depannya," jelasnya.

Pengumuman resmi tersebut sekaligus menjawab rencana dari salah satu orang terkaya RI, Dato Sri Tahir, yang sebelumnya berniat ikut membantu menyuntik modal Bank Mualamat. Tahir batal memberikan bantuan modal kepada Muamalat.

"Tadi saya kan sudah sebut siapa-siapa saja yang konsorsium, ada empat ya. Nggak ada nama tahir ya," jelas Ilham.

Sebagai bagian dari rencana penguatan Bank Muamalat, pada 11 Oktober 2018 akan dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan salah satu agendanya adalah rights issue.

Berikut berita lengkapnya. (fdl/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed