Lika-liku Suntikan Modal Penyelamat Bank Muamalat

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 04 Okt 2018 07:52 WIB
Lika-liku Suntikan Modal Penyelamat Bank Muamalat
Foto: Danang Sugianto-detikFinance

Komisaris Indipenden Bank Muamalat Iggi Achsien mengatakan perusahaan melalui aksi rights issue tersebut, Bank Muamalat menargetkan bisa mendapatkan dana segar senilai Rp 2 triliun dengan menerbitkan setidaknya 20 miliar lembar saham.

"Jumlah saham yang akan diterbitkan besarannya 20 miliar lembar. Harapannya paling sedikit, paling nggak, equivalentnya itu Rp 2 triliun. Jadi itu yang akan jadi suntikan dana segar untuk Muamalat," kata Iggy.

Iggy juga mengatakan, bahwa skema asset swap tidak digunakan sebagai skema perbaikan neraca keuangan perusahaan karena ditolak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara skema swap yang sudah terjadi akan diperbaiki sesuai dengan arahan OJK.

"Sementara asset swap, saya bisa sampaikan bahwa setiap transaksi material yang dilakukan oleh bank, itu juga dikomunikasi dan kooridnasi kepada OJK, dan atas arahan OJK akan ada perbaikan transaksi aset swap," kata dia.

Adapun proses transaksi dari rights issue tersebut diharapkan bisa selesai pada akhir 2018. "Kita mengharapkan transaksinya bisa selesai sebelum akhir tahun. Saya harap ya, insyaAllah mudah-mudahan," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama Bank Muamalat Ilham Habibie mengungkapkan konsorsium akan menjadi pemegang saham mayoritas setelah proses rights issue tersebut. Sementara pemegang saham sebelumnya akan terdelusi dengan perkiraan menjadi 30%.

"Berapa persisnya nanti akan dilihat setelah rights issue. Saya kata di atas 60%. InsyaAllah akan arahnya lebih jelas," kata Ilham.