Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Okt 2018 16:08 WIB

Bos OJK Sebut Bunga Kredit Tak Langsung Ikuti Kenaikan Acuan BI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Wimboh Santoso (Foto: Ari Saputra/detikcom) Foto: Wimboh Santoso (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Perbankan tidak mutlak menyesuaikan bunga pinjaman atau kredit kendati Bank Indonesia (BI) beberapa kali menaikkan suku bunga acuannya. Sebab, perbankan telah melakukan efisiensi sehingga memiliki ruang yang cukup untuk menyalurkan kredit.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di kantornya, Kamis (4/10/2018).

"Dari segi meng-absorb kenaikan suku bunga, rupanya punya ruangan luas untuk efisiensi, menerapkan teknologi kalau ada kenaikan suku bunga meski BI menaikkan beberapa kali, tidak 100% pass trough kepada peminjam," kata Wimboh.


Dia melanjutkan, kenaikan suku bunga pinjaman mungkin saja terjadi. Namun, itu lebih kepada penyesuaian likuiditas bank.

"Kenaikan suku bunga dan mungkin bisa terjadi, tapi lebih banyak karena melakukan assesment kebijakan likuiditasnya," terangnya.

Wimboh melanjutkan, secara umum likuiditas bank tidak bermasalah karena pertumbuhan kredit juga agresif. Wimboh mencatat, kredit bank tumbuh hingga 12,12% sampai Agustus.

"Secara overall likuiditas masih perbankan oke tidak masalah, meskipun kreditur agresif terakhir angka Agustus 12,12%," terangnya.


Tingginya pertumbuhan kredit tak lepas dari menggeliatnya kegiatan ekonomi. Hal itu ditopang oleh kenaikan harga komoditas.

"Ini karena memang dunia usaha mulai menggeliat terutama komoditas mulai naik yang dulu kita khawatir pertumbuhan lambat karena recovery lambat. Minyak, batu bara, kelapa sawit naik. Ini ekonomi kita bergairah," tutupnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed