Sugiharto: BTN Takkan Dimerger
Kamis, 18 Agu 2005 16:45 WIB
Jakarta - Meneg BUMN Sugiharto menegaskan, BTN tidak akan dimerger dengan BNI. Ia mengaku, sejak awal tidak pernah mendorong BTN ke arah merger dengan BNI. "Sejak awal saya mendorong akuisisi. Jadi kalau diakuisisi tidak ada dilusi, artinya kita tidak mengalihkan kepemilikan saham ke orang lain. BNI kan 100 persen milik pemerintah," kata Sugiharto.Ia menyampaikan hal itu usai penandatanganan kesepakatan bersama antara Perum Perumnas dan Metro Ikram Sdn Bhd Malaysia di Kantor Meneg BUMN, Jalan DR Wahidin, Jakarta, Kamis (18/8/2005).Sugiharto menjelaskan, pihaknya akan mendorong akuisisi BTN oleh konsorsium BNI, Jamsostek, dan lembaga keuangan non bank lainnya. Diharapkan, akuisisi BTN tersebut mampu menutup target privatisasi yang dipatok dalam APBN-P 2005 sebesar Rp 3,5 triliun. "Kita usahakan akan jadi setoran tahun ini," ujar Soegiharto.Akuisisi itu akan bernilai 2-2,5 nilai bukunya, atau secara total mencapai Rp 3 triliun. Namun Sugiharto mengaku hingga saat ini tim penilai masih terus melakukan penaksiran.Terkait porsi tersebut, Sugiharto mengaku menyerahkannya kepada anggota konsorsium. "Saya tidak mengatur. Yang ngatur mereka. Jadi porsinya tergantung konsorsium itu," tegas mantan direktur keuangan Medco ini.Mengenai dilibatkannya Jamsostek, Sugiharto mengatakan bahwa hal itu penting mengingat Jamsostek memiliki dana jangka panjang yang nilainya sekitar Rp 36 triliun. Selain itu, Jamsostek juga harus membangun perumahan untuk para pekerjanya. "Yang penting Jamsostek atau dana pensiun lainnya. Jadi bukan hanya BNI saja," tegasnya. Soal IPO BTN, Sugiharto secara tegas menyatakan bahwa hal itu tidak memungkinkan. "Kalau BTN IPO, kasihan dia. Kita kan tidak ingin dia hilang nomenclaturnya. Kalau 30 persen, itu cuman ngisep permen doang. Nggak ada rasanya. Kalau orang mau beli saham paling ke BCA dan BRI," tandasnya.
(qom/)











































