Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 11 Okt 2018 11:45 WIB

Bos IMF Puji RI yang Berhasil Bangkit dari Krisis 1998

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto/detikcom Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Nusa Dua - International Monetary Fund (IMF) menilai ekonomi Indonesia saat ini lebih baik dibandingkan 20 tahun lalu atau saat terjadi krisis moneter di 1998.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menjelaskan Indonesia sudah berhasil melewati krisis. Ekonomi Indonesia juga sudah membaik.

"Kita lihat Indonesia sudah bisa melewati krisis moneter dan krisis keuangan. Ada peningkatan yang signifikan sekali dalam perekonomian Indonesia dan ini luar biasa hebat," kata Lagarde dalam konferensi pers di BICC, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).


Dia menyampaikan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia juga lebih baik. Kemudian penurunan angka kemiskinan yang signifikan dan angka inflasi yang masih sesuai dengan target juga ikut dipuji.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan Indonesia per Maret 2018 tercatat 9,82%. Angka ini merupakan yang paling rendah sepanjang sejarah. Pada 2011 angka kemiskinan Indonesia masih double digit yakni 12,49%.


Meskipun ada depresiasi pada nilai tukar rupiah hal ini terjadi karena faktor eksternal. Lagarde menyampaikan kondisi perbankan nasional di Indonesia juga masih dalam kondisi yang kuat.

"Struktur perbankan Indonesia masih sangat solid. Kemudian rasio utang juga masih sesuai yang sudah ditentukan. Ini sangat baik untuk mendorong perekonomian," imbuh dia.

Dari data Bank Indonesia (BI) periode Juli 2018 rasio kecukupan modal/CAR perbankan nasional tercatat 22,5%. Rasio kredit bermasalah/NPL 2,7% gross dan 1,3% net. Dengan pertumbuhan kredit tercatat 11,3% dan dana pihak ketiga (DPK) 6,9%.




Tonton juga 'Sinergi TNI dan Polri Amankan IMF World Bank di Banyuwangi':

[Gambas:Video 20detik]

(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com