Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 12 Okt 2018 11:37 WIB

IMF: Perang Dagang AS-China Bisa Turunkan Ekonomi 1%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Dana Aditiasari/detikFinance Foto: Dana Aditiasari/detikFinance
Nusa Dua - Hari ini delegasi dan pimpinan dari berbagai negara menghadiri rapat pleno di pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank di Nusa Dua, Bali.

Dalam sambutannya Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menyampaikan saat ini ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian, terutama dari sisi perdagangan yang saat ini sedang berada dalam lingkup ketegangan.

Dia menyebutkan ketegangan dagang yang terjadi di dunia bisa mengurangi 1% produk domestik bruto (PDB) global pada 2019. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global hingga akhir 2018 sebesar 3,7%, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya 3,9%.

"Kami memprediksi eskalasi ketegangan yang ada di perdagangan dunia saat ini bisa mengurangi PDB global hampir 1%," kata Lagarde dalam pertemuan tahunan IMF-WB di Nusa Dua Hall, BNDCC, Jumat (12/10/2018).


Lagarde menyampaikan, seluruh negara perlu bergandengan tangan untuk menyelesaikan masalah perdagangan ini. Menurut dia yang paling utama adalah melakukan reformasi sistem perdagangan global harus lebih baik dan adil untuk seluruh negara.

"Kita perlu menyelesaikan masalah ini. Artinya kita harus perbaiki sistem bersama-sama," imbuh dia.

Saat ini menurut dia sejumlah negara juga masih memiliki tantangan terkait utang. Namun hal ini bisa diatasi dengan kerja sama dengan berbagai negara untuk melakukan sejumlah reformasi.


IMF mencatat, utang swasta saat ini mencapai US$ 182 triliun atau 224% terhadap PDB global. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 60% dari sebelas tahun yang lalu atau pada 2007.

"Ketika kondisi keuangan mengetat, 'angin' bisa bergeser, terutama untuk pasar negara berkembang yang menyebabkan pembalikan aliran modal, dan ini bisa dengan mudah mempercepat dan menyebar melintasi perbatasan," tambahnya




Tonton juga 'Ketegangan Perang Dagang AS-China, Beijing Balas Naikkan Tarif':

[Gambas:Video 20detik]

(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed