Repatriasi Bakal Amankan Rupiah

Repatriasi Bakal Amankan Rupiah

- detikFinance
Senin, 22 Agu 2005 11:56 WIB
Jakarta - Instrumen moneter yang dimiliki BI dinilai tidak akan ampuh menahan kemerosotan rupiah. Satu-satunya cara yang kini dianggap bisa mengamankan nilai tukar rupiah adalah repatriasi dolar hasil ekspor.Hal tersebut disampaikan Ekonom INDEF Fadil Hasan usai mengikuti diskusi tentang asumsi RAPBN 2006 di Financial Club, Graha Niaga, Jakarta, Senin (22/8/2005).Fadil menjelaskan, sebenarnya BI memiliki 2 instrumen untuk meredam gejolak nilai tukar rupiah yakni melalui intervensi dan menaikkan suku bunga SBI. Namun menurutnya, kedua instrumen itu dinilai memiliki sisi negatif.Jika BI melakukan intervensi, maka cadangan devisa bisa terkuras habis. Sementara instrumen lain yakni peningkatan suku bunga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. "BI agak sedikit susah menahan pelemahan rupiah dengan instrumen yang dimiliki," katanya.Senada dengan Fadil, anggota Panitia Anggaran DPR RI Ramson Siagian mengatakan, jika BI melakukan intervensi ke pasar untuk menstabilkan rupiah, maka cadangan devisa Indonesia bakal habis. Pada tahun 2004, defisit yang dialami BI untuk menjaga nilai tukar rupiah mencapai Rp 14 triliun.Fadil menegaskan, sat ini tidak ada tindakan yang paling tepat yang bisa diambil BI dalam jangka pendek untuk meredam gejolak rupiah. "Lebih baik BI melihat saja perkembangan yang ada," ujarnya. Ramson menambahkan, menguat atau melemahnya nilai tukar pelemahan rupiah tergantung kepiawaian pemerintah untuk menetapkan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.Fadil mengakui, repatriasi dolar hasil ekspor itu akan bertentangan dengan rezim devisa bebas yang dianut Indonesia. Selain rezim ini, Indonesia juga menganut sistem nilai tukar mengambang.Namun Gubernur BI Burhanuddin Abdullah beberapa waktu yang lalu pernah menepis anggapan bahwa repatriasi bertentangan dengan rezim devisa bebas. Menurut Burhanuddin, aturan itu bisa diterapkan dengan mengubah beberapa aturan dari BI dan Depkeu. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads