Follow detikFinance
Sabtu, 20 Okt 2018 19:58 WIB

Beli Saham UKM, Investor Diizinkan Maksimal 10% dari Penghasilan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Pelaku UKM/Foto: Grandyos Zafna Pelaku UKM/Foto: Grandyos Zafna
Bogor - Investor yang akan membeli saham di perusahaan beraset kecil atau usaha kecil menengah (UKM) akan diatur porsi pembeliannya. Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan regulasi yang mengatur pelepasan saham UKM.

Direktur Pengaturan Pasar Modal OJK Luthfy Zain Fuady mengatakan, investor atau pemodal yang akan membeli saham perusahaan beraset kecil mesti memiliki kemampuan analisis risiko saham. Kemudian, pemodal dengan penghasilan di bawah Rp 500 juta hanya diizinkan investasi maksimum 5% dari penghasilan.


"Profil penghasilan investor, mereka punya penghasilan sampai Rp 500 juta maksimum investasi 5% dari penghasilannya," kata dia dalam acara Pelatihan dan Gathering Media di Bogor, Sabtu (21/10/2018).

Sementara, pemodal dengan pendapatan di atas Rp 500 juta diizinkan investasi sampai 10% dari penghasilan. Aturan mengenai mengenai porsi pembelian ini dikecualikan untuk investor berbadan hukum dan yang memiliki pengalaman investasi di pasar modal yang dibuktikan dengan kepemilikan rekening efek paling sedikit 2 tahun sebelum penawaran saham.


Lebih lanjut, dia berharap dengan adanya aturan terkait pelepasan UKM ini dapat memberikan solusi soal keterbatasan akses modal. Bagi investor, diharapkan akan mendapat untung dari pembagian dividen.

"Harapannya sederhana prosesnya juga memberikan solusi startup yang belum bankable, belum punya akses bank yang bagus," tutupnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed