Perbankan Belum Berniat Revisi Target Tahun 2005

Perbankan Belum Berniat Revisi Target Tahun 2005

- detikFinance
Selasa, 23 Agu 2005 17:50 WIB
Jakarta - Kalangan perbankan belum berniat merevisi target tahun 2005 meski nilai tukar rupiah terus merosot. Perbankan masih perlu memantau pergerakan rupiah lebih lanjut."Kita memang belum ada revisi target, tapi kemungkinan akan tetap. Kajian tentang target akan dilakukan pada September nanti," kata Dirut BNI Sigit Purnomo usai diskusi panel di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (23/8/2005).Sigit menambahkan, khusus BNI, tidak bisa bereaksi dengan cepat menanggapi pelemahan rupiah. Ini mengingat fluktuasi nilai tukar mata rupiah berlangsung sangat cepat.Pelemahan rupiah saat ini malah berdampak positif bagi nasabah yang berorientasi pada kegiatan ekspor. "Mereka (nasabah) justru akan senang. Dan artinya tidak mungkin ada NPL (kredit bermasalah) pada sektor ini," ujar Sigit.Managing Director PT Bank Permata Tbk Elvyn G Masassya mengatakan, pelemahan rupiah tidak serta merta ditanggapi dengan penyesuaian target perbankan tahun ini. Elvy memperkirakan rupiah masih akan berada dalam batas yang bisa ditoleransi. "Kisarannya masih Rp 9.500 hingga Rp 10 ribu per dolar AS. Jadi belum berimplikasi terlalu besar," katanya.Namun ia mengakui pelemahan rupiah secara langsung akan mempengaruhi nilai aset dan liabilities dari perbankan yang bernominal non rupiah.Sementara Dirut Bank Mandiri Agus Martowardjojo menyatakan, kemerosotan rupiah kali ini hanya bersifat sementara. "Saya rasa ini dapat dikendalikan dan sifatnya hanya sementara," ujarnya.Agus melihat melonjaknya nilai rupiah disebabkan beberapa faktor antara lain reaksi dari kondisi luar negeri, kebijakan moneter, kondisi anggarannegara serta faktor internal lainnya. Perbankan Terus Pantau RupiahAgus mengatakan, kalangan perbankan terus memantau bergerakan nilai tukar rupiah yang kini bertahan di level Rp 10.000 per dolar AS. Jika rupiah kian merosot, kemungkinan perbankan memilih untuk menaikkan suku bunganya.Namun demikian, Agus belum bisa memastikan berapa tingkat atau besaran kenaikannya suku bunganya jika memang jadi dinaikkan. "Kita belum tahu dan masih menunggu," tandas Agus. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads