BI Dinilai Tak Berdaya, Rupiah Makin Liar ke Rp 10.130
Rabu, 24 Agu 2005 10:02 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (24/8/2005) semakin liar. Hal ini dipicu oleh aksi panic buying menyusul persepsi pasar, Bank Indonesia tidak akan kuat menahan laju pelemahan rupiah."Pelaku pasar sepertinya memiliki persepsi bahwa Bank Indonesia tidak mampu menahan laju pelemahan rupiah, karena cadangan devisa semakin menipis. Pagi ini rupiah semakin melesat ke posisi Rp 10.130-Rp 10.140 per US$ 1," kata analis valas BNI Rosady T.A Montol kepada detikcom.Padahal, lanjut Rosady, saat pembukaan rupiah masih tertahan di posisi Rp 10.065 per US$ 1. "Kelihatannya aksi borong dolar semakin berlanjut setelah rupiah tembus ke atas Rp 10.000 per US$ 1," imbuhnya.Menurutnya, faktor utama pemicu makin anjloknya nilai tukar rupiah adalah harga minyak dunia yang makin tinggi sehingga berdampak ke perekonomian dalam negeri. "Kondisi ini juga memancing spekulasi akan dilakukannya kenaikan harga BBM di dalam negeri. Hal inilah yang dikhawatirkan akan memancing instabilitas," imbuhnya.Selain itu, kata Rosady, aksi beli dolar AS oleh sejumlah korporat juga meningkat sejalan dengan kebutuhan jangka pendeknya di akhir bulan terutama untuk membayar utang-utangnya."Saya melihat bank sentral akan berusaha keras menahan pelemahan rupiah. Jika mereka tidak melakukan intervensi, maka bisa jadi rupiah akan makin liar naik ke Rp 10.150-Rp 10.160 per US$ 1," terangnya.
(san/)











































