Spekulator Beralih ke Pasar Uang, Rupiah Tembus 10.200/US$

Spekulator Beralih ke Pasar Uang, Rupiah Tembus 10.200/US$

- detikFinance
Rabu, 24 Agu 2005 15:22 WIB
Jakarta - Aksi spekulator ditengarai sangat dominan dalam memicu pelemahan rupiah yang saat ini tembus ke Rp 10.200 per US$ 1. Spekulator yang biasanya bermain di pasar saham kini beralih ke pasar uang."Kalau kita lihat, indeks saham anjlok kemudian rupiah juga jatuh. Ini menunjukkan memang ada pengalihan aksi spekulator yang semula memegang saham kemudian melepaskan kepemilikannya dibelikan dolar AS," kata analis valas Farial Anwar kepada detikcom, Rabu (24/8/2005).Menurut Farial, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini sudah tidak wajar sehingga harus dicermati secara serius oleh pemerintah dan Bank Indonesia. "Kalau masih ada yang bilang wajar, saya tidak tahu di mana logikanya. Kalau dibilang akibat kebutuhan dunia usaha, itu juga tidak benar. Gejolak rupiah sudah gila-gilaan kok," tandas Farial.Sikap elit pemerintahan baik di kabinet maupaun di bank sentral juga sangat disayangkan, karena tidak memberikan sentimen yang positif ke pasar uang. "Kalau dulu mereka mencari kambing hitam dengan mengatakan dolar di seluruh dunia lagi menguat, sekarang mereka bilang harga minyak yang tinggi. Semestinya permasalah mendasarnya juga harus diperbaiki," jelasnya.Farial Anwar sangat mengkhawatirkan jika hal ini dibiarkan maka akan terjadi krisis mata uang jilid kedua. "Apalagi saat ini Bank Indonesia tampaknya juga tidak akan kuat dalam melakukan intervensi. Mosok intervensi hanya puluhan juta dolar, mestinya kan ratusan juta dolar biar efektif. Tapi memang itu akan sangat mempengaruhi cadangan devisa yang saat ini sudah semakin kecil," tukasnya.Dalam pandangan analis valas ini, setelah rupiah mampu tembus ke atas batas psikologis Rp 10.000 per US$ 1, maka diyakini semua level akan sangat mungkin dicapai entah itu Rp 10.500 per US$ 1 bahkan Rp 11.000 per US$ 1. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads