Ical: Pelemahan Rupiah akan Teratasi dengan Kenaikan BBM

Ical: Pelemahan Rupiah akan Teratasi dengan Kenaikan BBM

- detikFinance
Rabu, 24 Agu 2005 16:53 WIB
Jakarta - Kenaikan harga BBM diyakini bakal menjadi jurus yang ampuh untuk mengatasi pelemahan rupiah yang kini sudah mencapai level Rp 10.275 per dolar AS. Nyambung to?Meski terkesan tak nyambung, namun Menko Perekonomian Aburizal Bakrie tetap meyakini, kenaikan harga BBM bisa berdampak pada menguatnya nilai tukar rupiah. Pasalnya, kenaikan harga BBM akan bisa menciutkan defisit APBN yang diperkirakan mencapai Rp 26 triliun (1% PDB) pada tahun 2005 ini. "Sentimennya saya kira orang bertanya-tanya, apakah defisit akan dikurangi. Itu yang jadi pertanyaan. Dan pemerintah sungguh-sungguh mempelajari dalam waktu cepat pengurangan defisit itu dengan kenaikan BBM," jawab Aburizal saat ditanya penyebab melemahnya rupiah, di Gedung Depkeu, Jakarta, Rabu (24/8/2005).Namun saat ditegaskan lagi apakah hal itu berarti pemerintah akan mempercepat kenaikan harga BBM, Aburizal secara tegas tidak menjawabnya. Yang pasti, kata Aburizal, pemerintah tengah memikirkan untuk mengalihkan subsidinya dari subsidi produk ke subsidi langsung.Cadangan Devisa AmanAburizal juga meyakini posisi cadangan devisa Indonesia tetap aman. Padahal BI memperkirakan cadangan devisa RI hingga akhir tahun kemungkinan hanya mencapai US$ 32 miliar atau setara dengan empat bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. "BI kan mempunyai current account dan capital account. Pada akhir tahun dua-duanya positif. Masing-masing nilainya US$ 2,7 miliar dan US$ 2 miliar. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," tegasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads