Tembus Rp 10.270/US$, Pemerintah Jangan Don't Worry Be Happy
Rabu, 24 Agu 2005 17:20 WIB
Jakarta - Rupiah pada Rabu (24/8/2005) melemah 200 poin ke posisi Rp 10.270 per US$ 1. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun meminta pemerintah serius mengatasi pelemahan tersebut dan jangan hanya bilang don't worry be happy.Hal ini dikatakan Ketua DPR Agung Laksono usai menghadiri Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) ke-2 Kosgoro yang dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (24/8/2005)."Pemerintah melalui tim ekonomi harus serius, meskipun fluktuasi itu sering terjadi dalam mata uang," ujarnya.Selain itu, lanjut Agung Laksono, pemerintah diharapkan tidak mengeluarkan pernyataan yang menambah panik masyarakat karena merosotnya nilai tukar rupiah. "Tapi kalau untuk sekadar menyenangkan jangan hanya don't worry be happy, tapi harus ada keterangan yang jelas," imbuhnya.Menurut Agung, keterangan yang jelas itu seperti cadangan devisa yang cukup dan ekspor Indonesia yang semakin membaik. Agung menambahkan, dengan rupiah yang tembus di atas Rp 10.000 tersebut sudah merupakan taraf yang mengkhawatirkan. Diharapkan pemerintah mampu mengembalikan rupiah ke Rp 9.000 per US$ 1.Kenaikan Harga BBMPada kesempatan yang sama Ketua DPR RI Agung Laksono juga berkomentar soal kemungkinan kenaikan harga BBM. Menurutnya, kenaikan harga BBM sudah tidak bisa ditawar lagi, apalagi saat ini rupiah terus terpuruk."Makin cepat makin baik," katanya sambil menambahkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah.Agung juga mengakui bahwa saat ini di DPR muncul wacana untuk mempercepat kenaikan harga BBM. Akan tetapi menurutnya, pemerintah harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan menaikkan harga BBM tersebut. "Perlu persiapan yang cukup matang, seperti mendata berapa rakyat miskin yang akan memperoleh subsidi langsung," ujarnya.
(san/)











































