Rupiah Dekati Rp 10.500/US$

Panic Buying Berlanjut

Rupiah Dekati Rp 10.500/US$

- detikFinance
Kamis, 25 Agu 2005 09:50 WIB
Jakarta - Aksi borong dolar AS (panic buying) yang masih mewarnai pelaku pasar menyebabkan rupiah terus ambruk dan terpantau mendekati Rp 10.500 per US$ 1. Aksi borong dolar AS ini selain dilakukan oleh korporat juga dilakukan oleh spekulan."Kalau melihat permintaan yang sudah abnormal ini, saya kira selain karena memang adanya kebutuhan dari korporat, pasti juga ada spekulan yang bermain. Cuma berapa besar, saya belum bisa memastikan," kata analis valas dari BNI Rosady T.A Montol kepada detikcom, Kamis (25/8/2005).Dikatakan Rosady, saat pembukaan rupiah masih terpantau di Rp 10.270 per US$ 1, namun dalam beberapa saat kemudian sudah ambruk ke posisi Rp 10.355 per US$ 1. "Sekarang ini lompatan pelemahan rupiah sudah gila-gilaan. Jadi bisa saja hari ini rupiah tembus ke Rp 10.500 per US$ 1," ujarnya.Mengatasi pelemahan rupiah yang luar biasa ini, Rosady berpendapat sudah saatnya otoritas moneter bekerja sama dengan pemerintah melakukan shock therapy agar pelaku pasar memperoleh sinyal positif."Jangan hanya mengandalkan direct intervention, tapi perlu ada kebijakan konkret yang memiliki terapi kejut. Misalnya dengan merealisasikan bilateral swap agreement untuk menambah cadangan devisa sekitar US$ 2 miliar," imbuhnya.Dalam pandangannya, jika bank sentral hanya bermain sendirian di tengah persepsi pasar yang mengatakan rupiah akan semakin dalam terpuruk, maka intervensi tidak akan efektif mengangkat rupiah. "Bank Indonesia sekarang ini kan sendirian melawan arus, karena yang lainnya ramai-ramai membawa rupiah melemah," tukas Rosady. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads