Sugiharto: Pembelian Dolar Pertamina Sesuai Aturan

Sugiharto: Pembelian Dolar Pertamina Sesuai Aturan

- detikFinance
Jumat, 26 Agu 2005 15:18 WIB
Jakarta - Pertamina selalu dituding sebagai biang keladi melemahnya rupiah. Namun Meneg BUMN Sugiharto menepisnya dan menegaskan bahwa pembelian dolar oleh Pertamina sudah dilakukan sesuai aturan yang disepakati sebelumnya.Hal tersebut disampaikan Sugiharto di kantornya, Jalan DR Wahidin, Jakarta, Jumat (26/8/2005).Sugiharto menyampaikan, dirinya sudah mengecek ke BI dan memanggil Pertamina terkait pembelian devisa yang dilakukan oleh Pertamina untuk impor BBM guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. "Tadi malam saya panggil Pertamina dan lihat bukti-bukti material. Mereka melakukan transaksi sesuai dengan yang telah diputuskan oleh sidang kabinet," ujarnya.Dalam pembelian devisa dolar untuk impor minyak, Pertamina sudah melakukan berdasarkan hasil sidang kabinet sebelumnya. Dalam kesempatan itu diputuskan bahwa setiap hendak melakukan pembelian dolar, Pertamina perlu memberitahukan satu minggu sebelumnya kepada BI dan kementerian BUMN. BI juga meminta pembelian dolar melalui bank pemerintah yang telah disepakati. Diakui Sugiharto, kebutuhan dolar Pertamina memang cukup besar. Tercatat pada tahun 2004, kebutuhan dolar seluruh BUMN mencapai US$ 13 miliar. Dari jumlah itu, US$ 12 miliar disedot oleh Pertamina. Sementara BUMN-BUMN yang lain belanja dolarnya tidak terlalu besar hanya sekitar US$ 1-2 miliar. Sugiharto menambahkan, pelemahan rupiah saat ini merupakan imbas dari menguatnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia akibat membaiknya perekonomian AS. Ia juga meminta pemerintah tidak perlu panik karena semua mata uang mengalami tekanan terhadap dolar. Ia juga mengakui, spekulasi berkaitan dengan tekanan APBN akibat tingginya harga minyak turut menekan rupiah. Mengenai repatriasi hasil ekspor, Sugiharto menyatakan bahwa hingga saat ini hal tersebut belum dilakukan. Ia mengaku menyerahkan sepenuhnya masalah repatriasi tersebut kepada otoritas moneter. Yang pasti, BUMN taat azas dalam pengelolaan devisanya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads