Rupiah Melemah Karena Ulah Pejabat Negara
Jumat, 26 Agu 2005 23:45 WIB
Jakarta - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS salah satunya disebabkan oleh banyaknya pejabat pemerintah yang ikut berspekulasi terhadap dolar. Banyak pejabat pemerintah yang menyimpan dolar AS."Teman-teman tahu lah. Kan ngak sulit mengidentifikasi pejabat yang banyak duit dolarnya," kata Drajat Wibowo, anggota DPR FPAN di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (25/8/2005).Selain alasan di atas, menurut Drajat melemahnya nilai tukar rupiah juga disebabkan oleh vonis ketidakpercayaan pelaku pasar pada pemerintah. Selama ini pemerintah dinilai pelaku pasar kurang tanggap dalam mengantisipasi gejolak rupiah dan indeks saham.Untuk mengantisipasi makin melemahnya nilai tukar rupiah, politisi PAN ini meminta, pemerintah segera menambil langkah konkret. "Pemerintah harus kembalikan kepercayaan pasar. Kami berharap pemerintah yang tahu persoalannya dan tahu solusinya segera melaksanakannya secara efektif," katanya.Drajat mengungkapkan, melemahnya nilai tukar rupiah juga disebabkan oleh adanya uang dolar AS panas yang dilarikan ke luar negeri khususnya ke Singapura sebagai dampak dari lemahnya penegakan hukum. Makanya, pemerintahharus melakukan pencegahan agar rupiah bisa kembali stabil. Drajat juga mengusulkan penyelesaian jangka pendek terhadap semakin melemahnya rupiah dengan melakukan kontrol administratif terhadap spekulan dolar dan mengambil kebijakan mempersempit net open position supaya peluang spekulasi menjadi sempit. "Sayangnya kita tidak punya instrumen administratif untuk mencegah itu. Seharusnya setiap ada transaksi mencurigakan, konversi dolar dalam jumlah besar, langsung diselidiki. Tapi hukum kita tidak mengatur itu," tambahnya.
(mar/)











































