Pariwisata Bisa Jadi Benteng Penahan Kemerosotan Rupiah
Senin, 29 Agu 2005 18:37 WIB
Jakarta - Pemerintah mestinya memanfaatkan sektor pariwisata sebagai salah satu jawaban untuk menstabilkan mata uang rupiah. Berdasarkan pengalaman pada tahun 1983 saat terjadi krisis energi, sektor pariwisata akhirnya bisa menstabilkan rupiah.Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) Pontjo Sutowo dalam konferensi pers Royal Tourism Indonesia Mart and Expo atau Royal TIME (Pasar Wisata) tahun 2005 di Wisma Nugra Santana, Jakarta, Senin (29/8/2005)."Kalau suatu negara pariwisatanya maju, yang pasti nilai tukarnya kuat. Justru bukan anggapan yang selama ini dengan mata uang melemah maka pariwisata ke negara tersebut menjadi lebih murah dan banyak wisatawan yang datang," ujar Pontjo.Ia mencontohkan, pada waktu satu dolar hanya Rp 2.000 menghasilkan penerimaan pariwisata US$ 6 miliar. Dan sebaliknya, saat dolar mencapai Rp 10.000, pariwisata turun drastis. Pontjo mencontohkan Thailand yang terkena krisis bersama dengan Indonesia pada tahun 1997, namun berhasil keluar dari krisis terlebih dahulu karena diselamatkan sektor pariwisata. "Tak ada gunanya intervensi bank sentral terus menerus," tegasnya. Pasar WisataRoyal TIME atau pasar wisata diselenggarakan terkait komitmen memulihkan pariwisata. "Ini salah satu terobosan untuk mengembalikan kurs stabil, di mana menjadikan Indoensia kembali menjadi daerah tujuan wisata," kata Pontjo. Momentum Royal TIME 2005 diharapkan mampu digunakan sebaik-baiknya dalam rangka pemulihan citra pariwisata yang sempat rontok akibat tragedi tsunami.Ketua Steering Committee Royal TIME 2005 Meity Robot mengatakan, masyarakat pariwisata Indonesia optmistis akan mengalami kemajuan bertahap setelah 53 tahun mengalami berbagai masalah. Royal TIME 2005 menargetkan mampu membukukan komitmen transaksi meningkat US$ 3 juta dari tahun lalu sebesar US$ 13 juta. Total pembeli yang terdaftar mencapai 87 delegasi mewakili 26 negara. Total seller yang terdaftar 122 mewakili 20 provinsi. Rencananya, Royal TIME 2005 akan diselenggarakan di Jogya Expo Center pada 23-26 September 2005.
(qom/)











































