MS Hidayat: Suku Bunga Tinggi, Sektor Riil Terhenti

MS Hidayat: Suku Bunga Tinggi, Sektor Riil Terhenti

- detikFinance
Selasa, 30 Agu 2005 18:53 WIB
Jakarta - Dinaikkannya BI rate yang bakal diikuti kenaikan suku bunga bakal membuat sektor riil menjerit. Sektor ini akan semakin terjepit oleh tingginya suku bunga."Jadi untuk sektor riil, saya kira sekarang mereka berhenti untuk melihat keadaan. Tidak ada yang diuntungkan dalam jangka menengah atau jangka panjang dengan melemahnya rupiah," kata Ketua Kadin MS Hidayat usai acara 'Foreign Investors Forum' di Hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa (30/8/2005).Dengan kenaikan SBI, maka properti akan melambat, dan yang akan tetap berjalan adalah untuk properti menengah ke bawah karena masih ada subsidi KPR. "Hanya saja mungkin bunga KPR-nya akan ikut naik," kata Hidayat. Ia juga kembali meminta agar kenaikan harga BBM secara bertahap segera diberlakukan. "Dengan kenaikan harga BBM, yang paling penting adalah program subsidi langsung yang harus tetap berjalan," katanya.Seluruh dunia bisnis, kata Hidayat, meminta kepastian dan kejelasan dari pemerintah tentang action plan yang akan diambil oleh pemerintah. Hidayat juga pesimistis pertumbuhan ekonomi 6,2 persen yang dicanangkan pemerintah akan sulit tercapai. Menurutnya, pertumbuhan hanya akan tercapai jika ada dua faktor, yakni berjalannya investasi dengan baik dan adanya dorongan meningkatnya ekspor. "Kedua faktor itu tidak mungkin dilakukan saat ini," tegasnya.Ia juga memperkirakan, jika SBI mencapai 10 persen, maka lending rate bisa mencapai 18 persen. Dan dengan BI rate 9,5 persen, maka lending rate bisa di atas 16 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads