Perbankan Nasional Targetkan Penurunan NPL Tahun 2006
Rabu, 31 Agu 2005 13:26 WIB
Jakarta - Perbankan nasional menargetkan penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) terjadi pada tahun 2006. Bank Mandiri menargetkan NPL netto di akhir tahun 2006 menjadi 5 persen. Dengan kondisi keuangan yang diharapkan membaik, diperkirakan penyaluran kredit tumbuh sebesar 14 persen."Dengan komposisi kredit nonkorporasi yakni kredit komersial UMKM dan konsumen lebih besar daripada kredit korporasi," kata Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo saat rapat kerja Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) dengan Komisi XI di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (31/8/2005). Bank Mandiri akan mempertahankan komposisi dana murah yang meliputi tabungan dan giro lebih dari 50 persen. Soal loan deposite ratio (LDR) meningkat menjadi 64,45 persen. Sementara itu, Bank Negara Indonesia (BNI) menargetkan penurunan NPL dari 7,8 persen per Juni 2005 menjadi 1,9 persen pada tahun 2006. BNI akan menyalurkan kredit dengan total nilai Rp 80,347 triliun dengan tetap mempertahankan penyaluran kredit untuk komersil dan korporasi masing-masing sebesar 38 persen untuk kredit komersil dan 36 persen untuk kredit korporasi dari portofolio kredit yang akan disalurkan pada tahun 2006.BTN menargetkan NPL-nya berkurang menjadi 1,90 persen pada tahun 2006 dari 2,05 persen pada proyeksi 2005. Sementara itu, untuk portofolio kredit, BTN berencana meningkatkan penyaluran kreditnya menjadi Rp 20,116 triliun.BRI tetap berkomitmen untuk menyalurkan kreditnya bagi sektor UMKM. BRI yang menargetkan 80 persen pinjaman kepada sektor UMKM itu memiliki NPL 5 persen. Kredit yang diberikan BRI pada tahun 2006 diperkirakan mencapai Rp 89,061 triliun.
(mar/)











































